Ilustrasi physical distancing. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/ , MARULI SINAMBELA

Presiden Jokowi: Bukan Lockdown tapi Physical Distancing, Pengecahan Covid-19 di Indonesia

(Beritadaerah – Nasional) Hari ini (24/03/20) melalui sarana video conference menyampaikan arahan kepada para Gubernur di seluruh provinsi di Indonesia.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pertimbangan pemerintah mengapa tidak melakukan lockdown dalam penanganan wabah Covid-19. Dikatakan oleh Presiden bahwa setiap negara memiliki kondisi yang berbeda termasuk budaya. Pemerintah telah melakukan studi dan Analisa penerapan kebijakan penanganan Covid-19 di berbagai negara dan keputusan terbaik saat ini adalah penerapan Physical Distancing.

Sebagai informasi sebelumnya istilah yang digunakan adalah social distancing. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menganjurkan mengganti penggunaan istilah “social distancing” ini menjadi “physical distancing” sejak hari Jumat (20/3/2020).

Alasannya untuk mengklarifikasi bahwa perintah untuk berdiam diri di rumah itu bukan berarti kita memutus kontak dengan teman atau keluarga secara sosial. Dengan penggunaan istilah physical distancing, diharapkan imbauan yang dikeluarkan WHO lebih jelas, yakni menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit Covid-19 tidak menyebar.

Presiden menyadari untuk hal ini butuh kedisiplinan yang kuat, karena masih ada warga yang sudah diisolasi tetapi tetap melakukan kegiatan pertemuan dengan banyak orang. Kedisiplinan untuk isolasi diri sangat penting. Presiden Jokowi yakin kalau hal dilakukan dengan baik, scenario penanganan Covid-19 ini akan memberikan hasil terbaik.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.