Salah satu komunitas kaum muda pertanian yang hadir dalam forum ASAFF 2020 adalah Kokopi (Foto: Kemkominfo)

Petani Kopi Milenial Tampil di Ajang ASAFF 2020

(Beritadaerah – Nasional) Ada yang berbeda pada penyelenggaraan acara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2020 kali ini. Salah satu adalah karena kehadiran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang mendukung tampilnya para kaum milenial dalam ajang ASAFF 2020 ini.

Selama ini boleh dikatakan sektor pertanian di Indonesia identik dengan kaum dewasa bahkan orang tua saja. Sedangkan kalau di luar negeri, justru anak-anak milenial yang berperan membuat sektor pertanian maju dengan berbagai inovasi teknologinya.

Untuk itulah dalam event ASAFF 2020, HKTI menghadirkan salah satu komunitas kaum muda pertanian yaitu Kokopi (Koperasi Komunitas Kopi Indonesia). Kokopi adalah sebuah koperasi yang menjadi wadah penggiat kopi Indonesia dari hulu sampai hilir yang didirikan oleh 96 anggota pendiri dari 11 Propinsi pada Juni 2017. Kokopi menampilkan produk-produk anggota koperasi berupa biji kopi, peralatan kopi, serta makanan minuman berbahan kopi.

Salah satu anggota Kokopi dari Jawa Tengah, Suwandi, petani kopi dari Desa Batursari, Temanggung, Jawa Tengah adalah salah satu petani kopi milenial. Sejak bergabung bersama Kokopi, Suwandi merasakan banyak manfaat yang di dapat.

Suwandi awalnya memiliki lahan tanaman kopi seluas 6 Hektare panen, yang terus berkembanh hingga saat ini sudah mencapai 25 Hektare. Kopi yang ditanam adalah kopi jenis arabika. Kapasitas produksi kopi saat ini sudah mencapai angka 8 ton setiap kali panen, sekitar tiga bulan sekali.

“Ciri khas kopi jenis arabika Temanggung adalah aromanya cenderung kepada aroma tembakau, terus kalau diproses wine itu rasanya lebih strong. Taste yang strong ini karena di Temanggung itu ada gunung Sumbing. Gunung ini mempunyai kontur tanah yang cukup liat, jadi kalau dibikin wine sangat strong. Lalu tingkat acid (keasaman) juga bagus karena ditanam di ketinggian 1.365-1.600 dpl (di atas permukaan laut),” tuturnya.

Pada awal bertani, Suwandi bersama kelompok taninya selalu dibimbing dan dibina oleh pemerintah daerah setempat. Diberikan pelatihan-pelatihan dalam bertani kopi sehingga tidak menemui kesulitan yang besar.

Kokopi sendiri bertekad mendorong Indonesia kembali menjadi penghasil kopi nomor satu dunia, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Tujuan akhirnya adalah menyejahterakan petani kopi. Kokopi pun kemudian rutin mengadakan berbagai kegiatan perkopian.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center