Benteng Moraya di Tondano, Sulawesi Utara (Foto: Melva ES/ Beritadaerah)

Menengok Wisata Sejarah Benteng Moraya Tondano

(Beritadaerah – Sulawesi Utara) Kesempatan menikmati kekayaan alam dan budaya Nusantara memang seperti tidak ada habisnya, saking begitu banyaknya. Sulawesi Utara misalnya, tidak hanya taman laut Bunaken, Pulau Siladen, Taman Wisata Tandurusa, atau Danau Tondano yang cukup tersohor.

Satu lokasi wisata sejarah dapat juga Anda temukan di Sulawesi Utara, yaitu di Tondano, namanya  Benteng Moraya. Bangunan benteng berbentuk menyerupai mercusuar, berlantai empat.

Nama Benteng Moraya terpampang diarea depan Benteng (Foto: Melva ES/ Beritadaerah)

Lokasi ini menjadi nyaman dikunjungi karena Pemprov Sulawesi Utara sudah melakukan berbagai perbaikan. Dari yang semula tampak kurang menarik karena berada di persawahan dengan hanya ada tebaran kayu pondasi rumah zaman kuno.

Perbaikan sarana dan area lokasi Benteng Moraya ini, diharapkan dapat membantu menunjang promosi sektor pariwisata dan meningkatkan minat warga Indonesia untuk datang ke Minahasa.

Berkunjung ke Benteng Moraya bisa sambil belajar asal mula Suku Minahasa, marga-marga apa saja yang asli Minahasa, serta sejarah perjuangan orang-orang Minahasa ketika mengusir Belanda di kawasan mereka.

Nama-nama para leluhur marga tertera di Benteng Moraya Tondano (Foto: Melva ES/ Beritadaerah)

Di sisi lain terdapat juga relief yang menceritakan Perang Tondano yang terjadi secara besar-besaran di tahun 1800-an. Inilah yang membuat benteng ini dinamai Moraya yang berarti genangan darah. Tujuannya agar selalu mengingat jasa para pahlawan Minahasa yang berani berkorban melawan penjajah.

Tidak hanya menikmati wisata bernuansa sejarah, Anda juga dapat menikmati keindahan pemandangan di sekitar area wisata sejarah sekitar Benteng Moraya ini. Jika Anda tiba di atas puncak Benteng Moraya, akan Anda jumpai pemandangan indah Danau Tondano.

Bagaimana menuju lokasi wisata bersejarah ini? Dari Bandara Samratulangi di Manado hanya memerlukan perjalanan kendaraan sekitar 41 km, dengan jarak tempuh 1,5 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

One comment

  1. Saya baru tahu bahwa marga-marga di Sulut kira2 lebih dari 1.000 marga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.