Investasi Pengeboran Sumur Baru PGE Lahendong Tomohon Sebesar US$ 7 Juta

(Beritadaerah – Tomohon) Sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial, Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan pemanfaatan panas bumi. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung rencana Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara dalam melakukan pengembangan sumur baru di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong.

Rencananya, pengembangan sumur baru akan dilakukan di Unit 7 dan 8 sebagai bagian dari unit baru. Pengembangan sumur ini ikut membantu suplai listrik wilayah Sulawesi khusunya jalur Sulawesi Utara dan Gorontalo. Pengembangan sumur baru bagian dari keberhasilan pengoperasian unit 1 hingga 6, demikian penjelasan dari Manager Planning & Engineering PGE Lahendong Apriyansyah Toni saat dilokasi PLTP Lahendong Unit 5-6, Jumat (13/3).

“Ini success story pengembangan geothermal di Wilayah Timur Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Ini menyuplai kebutuhan 20% listrik di jalur Sulawesi Utara dan Gorontalo,” jelas Apriyansyah yang dikutip laman ESDM, Sabtu (14/3).

Ditambahkan oleh Apriyansyah bahwa persiapan pembangunan akan dilaksanakan di cluster A sebagai wilayah pengembangan untuk memulai pengeboran di sumur baru, yaitu Unit 7 dan 8. Sebelumnya akan dilakukan pengeboran satu sumur terlebih dahulu, setelah itu satu sumur akan dilakukan evaluasi. Dari uji produksi maka kita akan ketahui berapa temperatur dan massa fluida sehingga kita mengetahui berapa listrik yang bisa kita bangkitkan.

Untuk kegiatan pengeboran sumur baru, PGE Lahendong menganggarkan dana investasi sebesar US$ 7 juta. Sedangkan, untuk pembangunan fasilitas dan infrastruktur di cluster A, PGE Lahendong memerlukan dana kurang lebih US$ 22,5 miliar yang akan dimulai Juni 2020.

Sementara itu, Kepala Subdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi, Direktorat Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM Budi Herdiyanto menyampaikan, pemerintah telah mengetahui rencana pengembangan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah bakal mendukung penuh apa yang akan direncanakan PGE Lahendong.

Budi jelaskan pemerintah akan mendukung, dalam bentuk memfasilitasi dan bagaimana bernegosiasi dengan PLN terkait harga jualnya dan untuk perizinan, diantaranya terkait dengan pembebasan lahan, kemudian impor barang.

Sebagai informasi, WKP Lahendong PGE mempunyai enam unit PLTP, dengan Unit 1 hingga Unit 4 memproduksi uap dan dioperasikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan kapasitas 80 Mega Watt (MW). Sementara, Unit 5 dan Unit 6 dioperasikan sendiri oleh PGE, dengan total kapasitas produksi 40 MW, yang disalurkan ke PLN.

PGE Area Lahendong sendiri memiliki peranan lain bagi masyarakat Sulawesi Utara, seperti mampu melistriki hingga 92.308 rumah pelanggan 1.300 Watt dan memberikan akses listrik bagi 369.232 orang dengan asumsi 4 orang di setiap rumah. Ke depan, pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya sebagai pembangkit listrik tapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh industri pertanian dan menjadi lokasi wisata.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.