(Beritadaerah – Jakarta) Dalam kunjungan kerjanya ke power house dan fasilitas wellpad cluster 7 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha di Ciwidey, Jawa Barat, Rabu (11/3), Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ida Nuryatin Finahari menyampaikan rencana pengembangan PLTP Patuha Unit 2.

Dengan pengembangan tersebut PLTP Patuha yang berada di wilayah Ciwidey, Jawa Barat diproyeksikan kembali menghasilkan tambahan setrum listrik pada tahun 2023. Proyek lanjutan dari tahap I ini merupakan bagian dari pengembangan PT. Geo Dipa Energi Area yang menelan biaya investasi sebesar US$ 197 juta.

“Geo Dipa Energi telah merencanakan pengembangan PLTP Patuha Unit 2 dengan kapasitas 55 MW, direncanakan Commercial Operation Date (COD) tahun 2023,” kata Ida Nuryatin Finahari yang dikutip laman ESDM, Rabu (11/3).

Ida jelaskan bahwa PLTP Patuha menyimpan potensi panas bumi yang luar biasa yang dapat dikonversikan menjadi pembangkit listrik sebesar 400 MW. Terlebih, PLTP Patuha sejauh ini telah melistriki lebih dari 60 ribu rumah. Patuha merupakan wilayah surganya energi panas bumi. Pembangkit ini tergolong ramah lingkungan. Pemanfaatannya akan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (green house gasses) sebesar 377 ribu ton CO2/tahun.

Sebagai komitmennya terhadap kepedulian lingkungan, PLTP Patuha sudah memiliki fasilitas Tempat Penampungan Sampah (TPS) 3R (Reuse, Reduce, Recycle) tersendiri. Nantinya, sampah akan diolah dengan metode yang sederhana namun tepat dan murah agar kemudian sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini bukti komitmen PT Geo Dipa Energi Area Patuha dalam pelestarian lingkungan hidup.

Selain berdampak pada penyediaan listrik, keberadaan PLTP Patuha memberi manfaat lebih kepada masyarakat setempat. Sektor pendidikan, sosial, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi turut terdongkrak melalui kucuran dana Rp 3,1 miliar dari program Community Development perusahaan.

Bahkan PLTP Patuha mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyetoran Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah. Total periode penyetoran 2014 – 2019, PT Geo Dipa Energi Area Patuha telah membayarkan kewajiban Bonus Produksi sebesar Rp 11,5 miliar kepada Pemda Kabupaten Bandung.

Sebagai informasi, kapasitas terpasang PLTP Patuha saat ini sebesar 55 MW yang dikembangkan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun dan telah mencapai COD sejak tanggal 22 September 2014. Produksi listriknya mampu meningkatkan kehandalan sistem transmisi Jawa – Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 441 GWh/tahun. Peningkatan kapasitas ini ikut mendukung pemenuhan target 23% energi bauran pada 2025 yang dicanangkan oleh Kementerian ESDM.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.