(Beritadaerah – Kolom) Penuturan salah seorang direksi perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLMTH), membangun pembangkit ini memerlukan ijin yang panjang. Perlu waktu 6 tahun dan ada 27 ijin untuk membangun sebuah PLMTH 10 mega watt. Saya berpikir kalau ada perusahaan yang masih tetap tekun membangun PLMTH tentu pengabdiannya patut dapat acungan jempol.

Mungkin belum banyak yang kenal, namun perusahaan terbuka, PT Terregra Asia Energy Tbk melakukannya. Terregra dikenal dengan TGRA adalah perusahan pemilik dari 9 PLTMH yang diusahakan, PLTMH Batang Toru 3, PLTMH Sisira, PLTMH Raisan 1, PLTMH Raisan 2, PLTMH Simbelin, PLTMH Batang Toru 4, PLTMH Batang Simasom, PLTMH Batang Simantaniari, PLTMH Musi Kota Agung. Total proyek yang ditangani TGRA sebesar 71,8 megawatt, semua berlokasi di Sumatera.

Dari 27 ijin yang diperjuangkan, pembebasan lahan merupakan ijin yang sulit dilakukan. Penuturan Djani Sutedja salah seorang pemegang saham TGRA, tiap daerah berbeda-beda persoalannya. Namun halangan ini tidak membuat Djani menjadi surut malahan terus maju. PLTMH memang merupakan bagian dari proyek yang berguna bagi masyarakat sekitar. TGRA yang dimiliki 47,35 persen sahamnya oleh masyarakat berjuang terus kembali untuk masyarakat.

PLTMH Batang Toru 3, yang terletak sungai Batang Toru di Desa Simasom, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara, pada awal tahun 2019 lalu sudah mulai berjalan konstruksinya. Proyek ini sudah terhambat selama 5 tahun sejak 2014, namun akhirnya diresmikan pembangunannya oleh Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi. Konstruksinya membutuhkan waktu 17-24 bulan untuk bisa menghasilkan listrik untuk masyarakat. PLTMH ini diharapkan akan membantu kebutuhan listrik Tapanuli Utara.

Kehadiran PLTMH Batang Toru 3 ini diharapkan segera beroperasi, sehingga mendukung usaha-usaha ekonomi masyarakat Taput dan mendorong pariwisata, juga masuknya investasi. Bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) investasi TGRA di PLMTH ini menambah pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan. Proyek yang mengandalkan aliran sungai ini, memang menjadi andalan masyarakat dan pemeliharaannya mudah dilakukan.Proyek PLTMH Batang Toru 3 ini menjadi contoh bagaimana proyek-proyek lain Terregra Asia menggembirakan pemerintah daerah, masyarakat, PLN, stakeholder lainnya dan menguntungkan bagi TGRA sendiri.

Selama belasan tahun saya sudah melihat perkembangan pembangunan pembangkit listrik mikro hydro ini, banyak yang berhenti di jalan. Banyak yang mati sebelum berkembang, sekalipun pengusaha memiliki modal cukup. Adanya perusahaan-perusahaan seperti TGRA ini, yang konsisten untuk meneruskan usahanya akan menjawab tantangan Indonesia ke depan. Menjawab bagaimana pemerataan ekonomi masyarakat yang diharapkan. Menjawab tujuan mulia Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada akhirnya akan membawa daerah-daerah dan anak Indonesia menjadi bagian Indonesia maju. Dengan jumlah sungai Indonesia yang sangat banyak, membuat potensi PLTMH sangat besar. Dukungan masyarakat dinanti oleh pengusaha, menjadi modal bagaimana perusahaan seperti TGRA maju mengabdi bagi Indonesia.

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts