(Beritadaerah – Nasional) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), hari ini, Senin (24/02) di Gedung Auditorium B.J. Habibie BPPT, menggelar Rapat Kerja 2020. Rapat kerja ini mengambil tema “Penguatan Daya Saing melalui Inovasi Transformasi Digital dan Kualitas SDM”.

Rapat Kerja kali ini dihadiri oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, Menko Perekonomian – Airlangga Hartarto dan juga Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional- Bambang Brodjonegoro, menghadiri Rapat Kerja BPPT 2020 ini.

Kepala BPPT, Hammam Riza dalam sambutannya mengatakan, Rapat Kerja BPPT ini sangat menentukan langkah BPPT ke depan, karena tahun 2020 ini merupakan awal dari RPJMN 2020-2024. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan, bagi kepentingan bangsa dan negara.

Sebab negara maju adalah negara yang dapat mengkaitkan semua fungsi dan unsur pengembangan iptek dalam suatu sistem secara efesien dan efektif, sehingga mampu memberdayagunakan kekayaan sumber daya alam untuk menunjang kesejahteraan.

K.H. Ma’ruf Amin dalam penjelasannya menyampaikan data Global Inovation Index (GII) tahun 2018 dari sisi anggaran penelitian dan pengembangan, alokasi anggaran Indonesia sekitar Rp 27 triliun. Angka ini lebih besar dibanding dengan negara Filiphina yang hanya sebesar Rp 12 triliun, dan Vietnam sebesar Rp 24 triliun.

Dari sisi alokasi biaya, di Indonesia alokasi terbesar pembiayaan oleh pemerintah, sedangkan di negara Asean didominasi oleh industri. Dari sisi perbandingan jumlah peneliti, peneliti di Indonesia hanya 89 orang per satu juta penduduk, sedangkan di negara lain seperti Vietnam, jumlah peneliti 673 orang per satu juta penduduk.

Selain itu menurut laporan GII tahun 2019, Indonesia berada di peringkat 85 dari 129 negara di dunia dan peringkat kedua terendah di Asean. Pemerintah sekarang mulai menempatkan Iptek sebagai landasan dalam perencanaan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam UU no.11 tahun 2019 tentang sistem nasional ilmu pengetahuan.

Beberapa capaian BPPT, mulai dari inovasi yang berfokus pada bidang Hankam, Kebencanaan, Sektor Infrastruktur, Energi dan Transportasi, Pertanian dan Pangan hingga inovasi untuk Kemandirian Industri Farmasi nasional.

Pertama, inovasi Drone atau PUNA MALE Elang Hitam. Saat ini BPPT Bersama mitra konsorsium sedang berupaya melakukan penguasaan teknologi dan melakukan akselerasi dalam pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) atau disebut PUNA MALE ELANG HITAM, yang bertujuan mendukung kemandirian industri hankam dalam negeri, membangun kemandirian alutsista, serta menjaga kedaulatan bangsa. Kedua adalah pembangunan pilot project pabrik garam industri terintegrasi. Inovasi ini menjadi solusi dalam mensubstitusi impor garam.

Dalam bidang kesehatan, BPPT telah menghilirisasi inovasi Implan Tulang Traumatik, yang menjadi upaya untuk mengurangi impor. Bekerjasama dengan industri lokal di Sidoarjo, Jawa Timur, BPPT telah menghasilkan inovasi teknologi produk implan tulang yang telah berhasil dibuat dan diproduksi massal.

Juga di berbagai kaitan industri lainnya BPPT melakukan banyak inovasi seperti produk Rapid Test Dengue, atau pendeteksi dini penyakit demam berdarah (DBD), Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menangani masalah kebencanaan, dll.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.