Kebun Buah Naga Hantarkan Keis Burdam ke Lima Besar Pelaku Usaha di Papua (Foto: Kemkominfo)

Kebun Buah Naga Hantarkan Keis ke Lima Besar Pelaku Usaha di Papua

(Beritadaerah – Papua Barat) Jika Anda mendengar nama Kabupaten Raja Ampat, tentu imajinasi Anda membayangkan keindahan alam laut dan bawah laut Raja Ampat yang dikenal di seluruh dunia. Namun rupanya tak hanya keindahan alam, Raja Ampat juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan. Perkebunan buah naga, misalnya menjadi salah satu potensi di sektor pertanian dan perkebunan yang bisa meningkatkan kesejahteraan bagi pengelolanya.

Keis Burdam, salah satu warga Kota Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, memanfaatkan waktu luang untuk membuka perkebunan buah naga. Upah dari jerih lelahnya, kini Keis Burdam tinggal menunggu pemburu buah yang mengantongi rupiah.

Lokasi perkebunan buah naga milik Keis Burdam tidak jauh dari Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat tepatnya di Jalan Waisai-Warsamdin. Dari Kota Waisai di tempuh kurang lebih 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Usaha berkebun buah naga ini dirintis sejak tahun 2014. Saat itu Keis termotivasi dari keluarga yang bekerja di Kalimantan yang melakukan usaha perkebunan buah naga, dan membawa bibit untuk dicobanya di Raja Ampat.

Keis mengubah 1,5 Ha tanah miliknya menjadi usaha perkebunan buah naga dan menghasilkan rejeki luar biasa. Setiap hari Keis mengantongi antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Jika ada event di Raja Ampat yang menarik banyak pengunjung, maka hasilnya lebih hingga dari 1 juta rupiah per hari.

“Makanya saya harus bekerja dan berhasil karena akan menjadi tolak ukur bagi saudara dan keluarga saya. Maka itu kuncinya adalah harus tekun, harus sabar dan harus rajin. Konsep ini dilakukan maka kita akan berhasil. Dan saudara-saudara, juga yang lain mulai termotivasi,” ujarnya

Kini Keis Burdam termasuk lima besar pelaku usaha di Papua dan Papua Barat. “Saya masuk lima besar di Papua dan Papua Barat sebagai klasifikasi orang Papua yang berusaha kerja mandiri tanpa harus belajar kemana-mana. Dengan ide sendiri sudah mampu melakukan pekerjaan sendiri, dimana pekerjaan ini selalu dikatakan pekerjaan suku lain,” terangnya.

Ke depannya,Keis berharap agar pemerintah khususnya dinas pertanian, dapat memberikan perhatian dan juga bantuan terhadap pelaku usaha lokal ini.

“Saya berharap dari pemerintah terutama dinas pertanian, agar memberikan perhatian dan dukungan terhadap kami. Sehingga dengan mudah dapat mensuplai hasil panen buah naga ini tetap pada konsumen,” pungkas Keis Burdam.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center