Menghadapi Tantangan Pariwisata, Menparekraf Inginkan Milenial Berpikir Kreatif

(Beritadaerah – Jakarta) Dalam acara “Ngobrol Bareng Yuk” di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (18/2), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menginginkan milenial berpikir kreatif dan selalu berorientasi pada hasil dalam upaya bersama-sama memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang saat ini menjadi salah satu penghasil devisa terbesar Indonesia.

Ditambahkan oleh Menparekraf Wishnutama bahwa pariwisata bukan hanya bicara tentang promosi dan infrastruktur. Banyak tantangan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar lebih baik dan mengikuti perkembangan zaman.

“Kedepannya kita harus melakukan perubahan dan harus berani keluar dari kenyamanan. Caranya dengan berani mengubah kebiasaan. Kalau tidak berubah, sudah pasti akan ditinggal zaman. Mulai dari sekarang kita harus berani mengubah mindset kita,” kata Wishnutama Kusubandio dalam keterangan persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (18/2).

Menparekraf Wishnutama juga memberi motivasi dan berbagi cerita tentang pengalaman dirinya yang besar di industri kreatif dihadapan ratusan milenial di lingkungan Kemenparekraf. Selain itu juga Menparekraf berbagi soal strategi pengembangan pariwisata ke depan, yang prioritas utamanya adalah mengubah orientasi dari quantity tourism menjadi quality tourism. Lalu ada juga inbound strategi, meningkatkan keselamatan dan keamanan para wisatawan, hingga peningkatan kapasitas kursi penerbangan ke Indonesia.

Wishnutama menjelaskan perlunya penambahan jumlah seat capacity (kapasitas kursi) dalam meningkatkan jumlah wisatawan. Pada 2019, seat capacity ke Indonesia dari seluruh dunia sejumlah 25 juta. Pada kenyataannya, seat capacity yang terpenuhi (load factor) hanya 76 persen.

Dengan begitu, actual seat capacity Indonesia sejumlah 19,1 juta seats. Dari jumlah tersebut, 5,5 juta didalamnya diisi oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Maka dari itu, jumlah airline seats untuk wisatawan asing ke Indonesia hanya 13,6 juta seats.

Menparekraf juga memberikan contoh bagaimana Thailand sendiri seat capaticy-nya 57 juta dengan load factor 65 persen. Indonesia sendiri seat capacity-nya 13,6 juta. Untuk mendatangkan 20 juta wisatawan, bagaimana caranya kalau tidak menambah jumlah kapasitas seat. Ini perlu koordinasi lintas kementerian. Oleh sebab itu, ini jadi tantangan yang harus kita hadapi ke depan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun 2018 mencapai 15,81 juta kunjungan. Sedangkan pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 1,88 persen yakni sebesar 16,11 juta kunjungan.

Turut hadir dalam acara “Ngobrol Bareng Yuk”, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo serta jajaran Eselon I dan II Kemenparekraf.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu