Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menanam di Kebun Bibit Desa (KBD) di Dusun Tanduran, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri,Jawa Tengah, Sabtu (15 Feb). ( Foto: Humas Setkab).

Presiden dan Ibu Negara Tanam Bibit Bersama 1000 Warga Desa Jatisari

(Beritadaerah – Jawa Tengah) Hari Sabtu (15 Feb), di di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (15/2), sekitar pukul 10.00 WIB, masyarakat desa melakukan Gerakan penanaman bibit berbagai jenis tanaman.

Luar biasanya adalah bukan hanya warga desa sekitar yang berpartisipasi menanam tetapi hadir orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bersama Ibu Negara Iriana. Presiden dan Ibu Negara menamam bibit tanaman berbarengan dengan kurang lebih 1.000 warga dalam rangkaian acara Penghijauan Desa Jatisari dengan sistem Agroforestry.

Sebelum melakukan penanaman bibit pohon, Presiden Jokowi meninjau Kebun Bibit Desa (KBD) Kelompok Mulyo Jati di Dusun Tanduran, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. KBD ini memiliki luas persemaian sebesar 700 meter persegi, jenis dan banyak tanaman yang ditanam adalah: Klengkeng 1.250 batang, Durian 1.500 batang, Alpukat 2.750 batang, Petai 2.750 batang, Sirsak 5.000 batang, Jambu Mete 2.000 batang, Jengkol 2.000 batang, Sengon Laut 38.250 batang, Sukun 1.000 batang, Gayam 1.000 batang, Beringin 1.000 batang, Vertiver 17.000 batang, dan Porang 4.000 batang.

Mungkin Anda sudah mengenal, Vetiver (Chrysophogon Zizaionides) merupakan rumput yang ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu. Akar Vetiver dapat menembus tanah dan menjadi seperti jangkar yang sangat kuat. Cara kerja akar rumput Vetiver ini seperti besi kolom yang masuk ke dalam menembus lapisan tanah, dan pada saat yang sama akan menahan partikel-partikel tanah dengan akar serabutnya. Tanaman ini sangat membantu mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air.

Program penghijauan Desa Jatisari, Kabupaten Wonogiri ini memiliki keterkaitan dengan penanganan holistik sedimentasi waduk Gajah Mungkur berbasis lahan. Pemanfaatan waduk Gajah Mungkur hingga saat ini ada beberapa di antaranya penggerak tenaga listrik, Irigasi dan air baku, perikanan darat serta pariwisata.

Sedangkan daerah tangkapan air waduk Gajah Mungkur rinciannya adalah sebagai berikut: luas daerah genangan sebesar 8.800 hektare, luas daerah tangkapan aur 135.000 hektare, dengan rata-rata inflow sedimen tahunan 3,2 juta meter kubik per tahun, dan rata-rata inflow sedimen DAS Keduang yakni 1,2 juta meter kubik per tahun atau sebesar 37,5%.

Kegiatan Presiden Jokowi setelah meninjau Kebun Bibit Desa Mulyo Jati, adalah melakukan penanaman Vetiver dan buah yang diikuti oleh warga di sekitar Jatisari, Wonogiri.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda kali ini Mensesneg Pratikno, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, dan juga tuan rumah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center