(Beritadaerah – Nasional) Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari. Hari tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985.

Tahun ini, peringatan secara nasional atau Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2020, berlangsung hari Sabtu (8/2), di Kawasan Perkantoran Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditengah padatnya kegiatan Presiden. Sebelum menghadiri acara puncak HPN, Presiden Jokowi melakukan penanaman Pohon Mersawa dan Peresmian Taman Spesies Endemik Indonesia.

Pada awal sambutannya Presiden mengatakan: “Saya ingin menyampaikan selamat Hari Pers kepada seluruh insan pers Indonesia di mana pun Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara berada. Berhadapan dengan insan pers, itu bukan benci tapi rindu, tetapi selalu di hati dan selalu rindu. Untuk itu, saya menyampaikan bahwa insan pers adalah teman”.

Presiden Jokowi mengakui ke manapun dirinya pergi para wartawan selalu ikut Bersama, bahkan para Menteri terkadang tidak kut. “Yang mengejar saya sehari-hari, yang menghadang saya doorstop, yang menyebabkan saya kadang-kadang gugup dan gagap karena enggak siap ditanya sesuatu. juga insan pers,” katanya. Yang membuat berita kegiatan pemerintah untuk sampai kepada masyarakat, menurut Presiden, juga insan pers.

Rasa terimakasih yang sebesar-besarnya disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada insan pers. “Karena dalam 5 tahun terakhir pers secara konsisten telah mewartakan kerja-kerja pemerintah, memberikan dukungan, juga termasuk memberikan masukan dan kritik-kritik, baik yang pedas, setengah pedas, maupun kritik yang biasa,” tambahnya.

Apresiasi juga diberikan Kepala Negara atas peran pers sebagai pilar demokrasi yang keempat dalam pileg (pemilihan legislatif) dan pilpres (pemilihan presiden) 2019, yang diakui sebagai pemilu terbesar dan terumit di dunia. “Pers berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga situasi bangsa tetap dalam keadaan kondusif,” ujarnya.

Diharapkan dalam pilkada tahun ini yang berlangsung di 270 daerah, dukungan pers juga bisa lebih maksimal.

Dukungan pers dalam menghadapi situasi yang tidak normal seperti ancaman Virus Corona saat ini, sangat diperlukan. “Peran pers juga sangat dibutuhkan, ikut membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat dan tidak menambah kepanikan, apalagi ikut memberikan informasi yang salah,” tutur Presiden Jokowi.

Indonesia sangat membutuhkan kehadiran pers dalam perspektif yang jernih, berdiri di depan melawan penyakit information disorder (kekacauan informasi) yang sering dilakukan dengan sengaja, memerangi hoaks, ujaran kebencian, semburan fitnah, mengancam kehidupan demokrasi, mewartakan berita baik dan agenda-agenda besar bangsa Indonesia, membangkitkan semangat yang positif yang mendorong produktivitas dan optimisme bangsa.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.