Menhub Paparkan Pembangunan Transportasi 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas ke DPR

(Beritadaerah – Jakarta) Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dengan lingkup tugas di bidang infrastruktur dan perhubungan mengelar Rapat Kerja dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) di Senayan, Jakarta, Rabu (5/2).

Dalam rapat tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung aksesibilitas di 5 (lima) destinasi pariwisata Super Prioritas yang ditargetkan selesai pada tahun ini.

Kemenhub telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 2,9 triliun untuk infrastruktur dan pelayanan transportasi di 5 destinasi pariwisata super prioritas. Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan dan pengembangan infrastruktur di 5 destinasi pariwisata super prioritas harus dituntaskan di tahun 2020, dan selanjutnya untuk tahun 2021 akan difokuskan pada destinasi pariwisata yang lainnya.

“Untuk 5 destinasi pariwisata super prioritas, dari sektor transportasi tahun ini pengembangannya ditargetkan tuntas tahun ini,” sebut Menhub Budi yang dikutip laman Dephub, Rabu (5/2).

Dalam rapat kerja ini, Menhub Budi bersama jajaran menjelaskan secara rinci alokasi anggaran pada tahun 2020 untuk kelima destinasi tersebut yakni: pada destinasi Danau Toba anggarannya sebesar Rp. 1,03 triliun guna pembangunan infrastruktur di sektor darat, perkeretaapian dan udara.

Selanjutnya, pada destinasi Borobudur, Kemenhub telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan pada sektor darat dan perkeretaapian. Saat ini untuk destinasi Borobudur dapat diakses melalui Bandara Adi Sutjipto dan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo. Selain itu dapat juga diakses melalui Bandara Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo, melalui jalur darat.

Berikutnya untuk destinasi Mandalika, pada tahun ini telah dialokasikan sebesar Rp 40 miliar untuk sektor darat dan laut, dengan pintu masuk melalui penerbangan yaitu Bandara Internasional Lombok. Transportasi dari dan ke bandara telah disiapkan angkutan antarmoda yang di subsidi oleh Pemerintah untuk menuju bandara dan juga dari Pusat Kota menuju Mandalika.

Destinasi berikutnya adalah Labuan Bajo, dimana pada tahun ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 435 miliar untuk sektor darat, laut dan udara, antara lain perpanjangan runway Bandara Komodo pada tahun 2020 menjadi 2.450 meter dengan alokasi anggaran APBN. Sedangkan untuk perpanjangan menjadi 2.750 meter, perluasan apron, perluasan terminal penumpang, pembangunan terminal kargo, pembangunan helipad serta pembangunan fasilitas sisi darat lainnya pembiayaannya melalui skema pendanaan KPBU.

Destinasi terakhir adalah destinasi Likupang, dimana pada tahun ini telah dialokasikan sebesar Rp 146 miliar, berupa dukungan untuk sektor darat, perkeretaapian, laut dan udara untuk Likupang dan sekitarnya. Dengan pintu masuk penerbangan melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado dimana pengembangan di tahun 2020 adalah perluasan terminal penumpang dan perpanjangan runway menjadi 2.800 m. Selain itu akan dibangun Pelabuhan Penyeberangan Likupang dengan konsep baru yang lebih modern alokasi anggaran sebesar Rp 30 miliar dan Pelabuhan Laut Likupang yang akan dibangun dengan konsep modern namun tetap mengusung nuansa kedaerahannya dengan rencana anggaran sebesar Rp. 50 miliar.

Dalam kesimpulan rapat tersebut, Komisi V DPR menyatakan memberikan dukungan kepada Pemerintah untuk membangun infrastruktur dan fasilitas transportasi di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut. DPR meminta pemerintah untuk meningkatkan koordinasi dengan Pemda dan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar pada proses pembangunan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).