(Beritadaerah – Jakarta) Dalam acara World Bank’s Report on Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class Vivi Alatas selaku moderator acara mengungkapkan bahwa para kalangan kelas menengah berkomitmen untuk membayar pajak. Menkeu sangat mengapresiasi hal tersebut karena pada kondisi perekonomian saat ini, salah satu penerimaan pajak yaitu PPh 21 yang dikontribusikan oleh kalangan pekerja ini sangat baik dan mendukung perekonomian kita.

“Sekarang saya lihat milenial yang kerja middle class mapan mereka bangga punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). It really touch my heart. Terima kasih middle class,” demikian diungkapkan Menkeu di Soehana Hall, Kamis (30/01).

Tidak hanya para kalangan kelas menengah ini memiliki komitmen untuk membayar pajak, tapi mereka juga berkomitmen untuk peduli. Menkeu mengungkapkan bahwa ia sering menerima feedback dari masyarakat melalui media sosial. Dari feedback itu kemudian direspons agar menjadi sebuah perkembangan yang nyata.

Menkeu juga sampaikan bahwa sebagai negara kelas menengah, Indonesia juga memiliki kemampuan untuk merespon feedback dengan baik dengan masalah yang ada. Dia tambahkan, “Indonesia menurut saya negara middle income country yang problemnya bagus. Policynya arahnya benar, eksekusinya diarahkan, muncul masalah baru atas usaha perbaikan berarti itu masih baik.”

Menkeu juga menjelaskan pemerintah menjaga dan mendesain kebijakan dengan tekun, teliti, dan telaten. Hal ini penting dilakukan karena tuturnya, untuk mencapai perkembangan prosesnya sangat tidak sederhana. Namun keruwetan itu harus dihadapi dan tidak selayaknya dijadikan alasan sebagai ketidakmampuan untuk mencapai perkembangan.

Menkeu menutupnya di akhir sesi dengan berpesan,”Saya senang dalam forum seperti ini kita memiliki ownership (rasa memiliki) masalah itu bersama. Yang penting kita harus open minded, speed of cooperation and collaboration dijaga dan terus komunikasi”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.