(Beritadaerah – Nasional) Penayangan sebuah video yang menyampaikan bahwa 115 juta jiwa di Indonesia atau setengah dari populasi di Indonesia sudah berhasil lolos dari kelompok miskin membuka acara World Bank’s Report on Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class pada hari Kamis (30/01). Namun bukan berarti mereka dapat bertahan di garis tersebut atau berlanjut ke dalam kelompok kalangan kelas menengah. Apabila mereka mendapat dukungan untuk masuk ke kelompok kelas menengah, maka akan ada perubahan positif yang berdampak terhadap kesejahteraan semua orang di negara ini.

“Ide yang disampaikan studi Bank Dunia (World Bank) sangat-sangat penting dan juga sangat sesuai dengan pemikiran maupun arah policy pemerintah,” demikian disampaikan oleh Menkeu ketika membuka sesi panel bersama Yenny Wahid di Soehana Hall, Jakarta.

Menkeu jelaskan bahwa dalam mendesain sebuah kebijakan, pemerintah selalu menyampaikan sasaran pembangunan yang akan dituju. Seperti saat pemerintah menaikkan harga BBM yang sangat tidak populer, namun pada saat yang sama, kesempatan itu dijadikan momen untuk membangun Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang sekarang menjadi Program Keluarga Harapan (PKH).

Menkeu juga tambahkan bahwa Indonesia dalam 15 tahun terakhir perjalanan pembangunan, terus berusaha menguatkan kelas menengah tetapi masih belum merata. Ia mengatakan, hal ini perlu evaluasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber permasalahannya.

“Dari yang dipresentasikan oleh Vivi (World Bank), dari sisi arah kebijakan itu sudah diadopsi bahkan diimplementasikan. Seperti persamaan, pelayanan dan akses. Dari 20% anggaran pendidikan cara kita membelanjakan itu berevolusi. 34% dari anggaran tersebut dialokasikan ke pemerintah daerah. Namun kapasitas tiap daerah berbeda-beda,” Menkeu sampaikan lagi.

Rekomendasi dari World Bank sudah dilakukan dan pemerintah akan terus berusaha untuk mengatasi tantangan perbedaan kapasitas daerah dalam memanfaatkan transfer dana ke daerah.

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.