(Beritadaerah – Jakarta) Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pemanfaatan biodiesel di Indonesia telah memasuki babak baru. Dimana pergantian tahun 2020 menjadi saksi implementasi pencampuran 30 persen biodiesel dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar atau yang dikenal sebagai B30. Dari berbagai hasil uji coba dan implementasi yang dilakukan pada berbagai jenis kendaraan hasilnya tidak ada permasalahan.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan penggunaan B20 sejak tahun 2016. Peningkatan pemakaian biodiesel dalam campuran solar dari 20 persen menjadi 30 persen juga diikuti dengan peningkatan kualitas mutu dari biodiesel yang digunakan.

Komitmen Pemerintah dalam mendukung pemanfaatan biodiesel ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM No 12 Tahun 2015. Pada 23 Desember 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung melakukan launching implementasi B30 di salah satu SPBU di Jakarta.

B30 siap diimplementasikan setelah melalui berbagai tahap perencanaan matang dan sistematis. Serangkaian uji komprehensif dan konstruktif juga telah dilakukan untuk memastikan implementasinya tepat sasaran. Namun, pasca implementasi, beberapa pihak mengeluhkan terbentuknya gel di tangki mobil akibat menggunakan B30. Selain itu ada anggapan mobil akan sulit dinyalakan di daerah dingin, seperti di Dieng.

Seperti yang dikutip laman ESDM, Selasa (28/1), Tim Teknis B30 Kementerian ESDM pun turun langsung, menghubungi beberapa perwakilan APM (Agen Pemegang Merek) untuk mengkonfirmasi hal ini, diantaranya PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Hino Motor Manufacturing Indonesia dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Hasilnya tidak ditemukan permasalahan terhadap kendaraan yang menggunakan B30.

Prototype & Test Dept. Head, PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Harmoko Setyawan, mengatakan sampai saat ini tidak ada keluhan konsumen Isuzu terkait penggunaan B20 maupun B30. Komponen kendaraan Isuzu yang terkait fuel line, sudah memenuhi standar penggunaan biosolar sejak tahun 2016.

Product License & Certification at PT. Hino Motor Manufacturing Indonesia Andi Tauji juga menyatakan hal yang sama bahwa sampai saat ini belum ada pengaduan atau keluhan dari konsumen terkait dengan penggunaan B30.

Sementara itu Sekretaris Gabungan Kepala Kompartemen Teknik Lingkungan dan GAIKINDO Abdul Rochim menambahkan Gaikindo sudah melakukan konfirmasi dengan dengan beberapa APM dan belum ada laporan yang diterima APM mengenai problem filter blocking tersebut.

Sedangkan UD Product Management Catur Satyawira, menjelaskan penggunaan B30 pada UD Truck tidak merubah jadwal perawatan yang telah dianjurkan. Sampai saat ini juga tidak ada komplain sehubungan dengan penggunaan B30 dari konsumen UD Trucks, untuk daerah yang dingin.

Hasil uji jalan B30 yang dilakukan sepanjang tahun 2019 menunjukkan tidak terjadi dampak yang signifikan antara penggunaan B20 dengan B30. Selain itu juga uji start-ability yang dilakukan di dataran tinggi Dieng menunjukkan bahwa kendaraan dapat dihidupkan dengan normal setelah didiamkan (soaking) sampai 21 hari dengan menggunakan B30.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.