Ilustrasi Corona Virus

Wuhan Coronavirus dan Perkembangannya

(Beritadaerah – Nasional) Wuhan Coronavirus yang kini bisa termonitor pergerakannya ke seluruh dunia melalui situs JHU CSSE menampakkan keganasannya dari hari ke hari. Menurut JHU CSSE pada hari ini Selasa, 28 Januari 2020  pukul 15.00 telah terjangkit sebanyak 4474 orang dengan 107 meninggal dunia dan 63 orang berhasil mengalami pemulihan.  Coronavirus ini telah menjangkiti 18 negara di dunia dengan perincian sebagai berikut:

Hongkong  (8); Thailand  (8); Macau (6); US (5); Australia (5); Singapore (5); Taiwan (5); Japan (4); Malaysia (4); Perancis (3); Korea Selatan (3); Vietnam (2); Kanada  (1); Nepal (1); Cambodia (1); Jerman (1); Ivory Coast (1); Srilanka (1)

Dalam satu hari, situs JHU CSSE mencatat kenaikan sebanyak 1680 kasus dan peningkatan jumlah yang meninggal sebanyak 27 orang. Angka penderita dan kematian akibat Wuhan Coronavirus terus meningkat dari sehari ke sehari.  Bahkan sebagian para pakar kesehatan dari Hongkong, China meyakini bahwa angka yang sebenarnya berkali lipat lebih besar daripada apa yang dilaporkan dan belum semuanya terdeteksi mengingat bahwa virus ini telah menjangkiti hampir seluruh daratan China.

Pemerintah China telah mengisolasi Wuhan dan 13 kota terdekat dari Wuhan dimana tidak ada yang boleh keluar masuk daerah tersebut. Wuhan sudah bagaikan kota mati sekarang, lengang dan sepi. Walaupun demikian, masyarakat Wuhan masih tetap dapat membeli bahan makanan di Supermarket.  Selain itu pemerintah China juga memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dari yang seharusnya hari  Jumat diperpanjang hingga hari Minggu. Perusahaan-perusahaan juga mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah. Sekolah-sekolah mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah serta perguruan tinggi ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Ketua Komisi Kesehatan Nasional China, Ma Xiaowei pada hari Minggu, 26 Januari 2020 mengatakan bahwa  orang yang terinfeksi dapat tidak menunjukkan gejala namun dapat menularkan Coronavirus kepada orang lain.

Coronavirus bukanlah jenis virus baru. Pada tahun 2002-2003 di negara yang sama yaitu China,  telah berjangkit pneumonia yang mematikan yang kita kenal dengan nama SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga membuat sebanyak 774 orang meninggal dunia. Dan pada tahun 2012 Coronavirus merebak di Timur Tengah dan dikenal dengan nama MERS CoV dengan angka kematian sebanyak 858. Sedangkan  Wuhan Coronavirus yang juga disebut dengan Novel Coronavirus ini sebenarnya telah diidentifikasi pada pertengahan Desember 2019 dan akhirnya dinyatakan oleh WHO sebagai outbreak  pada tanggal 9 Januari 2020.   Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, telah tiba di Beijing pada hari Senin untuk membahas cara memperlambat penyebaran Novel Coronavirus.

Kemenkes RI melakukan edukasi masyarakat melalui pesan melalui media-media online dan mengajak masyarakat dalam GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) untuk tidak panik dan melakukan hal-hal berikut untuk pencegahan yaitu:

  1. Sering mencuci tangan dengan sabun
  2. Gunakan masker bila batuk atau pilek
  3. Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah
  4. Hati-hati kontak dengan hewan
  5. Rajin olahraga dan cukup istirahat
  6. Jangan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak
  7. Bila batuk, pilek dan sesak nafas, segera ke fasilitas kesehatan.
  8. Bagi yang kembali ke tanah air setelah kembali dari China dan mengalami penyakit pernafasan selama di China agar menghubungi petugas kesehatan dan menyampaikan riwayat perjalanan.

Sedangkan IDI juga melakukan himbauan serupa untuk mencegah merebaknya Wuhan Coronavirus di Indonesia. Sampai saat ini, belum ada kasus yang dicurigai dikonfirmasi sebagai Wuhan Coronavirus positif.

About Vera Herlina

Partner of Management and Technology Services Vibiz Consulting, Journalist Vibiz Media Network