(Beritadaerah – Palembang) Produktivitas di sektor perikanan darat menjadi salah satu fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan, hal ini perlu didukung oleh teknologi, riset dan pengetahuan serta sumber daya manusia (SDM) yang terampil. Untuk itu Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meresmikan Balai Riset Perikanan Perairan Umum Daratan atau The Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) – Fishery Resources Development and Management Department (IFRDMD/BRPPUPP) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/1). Balai Riset Perikanan Perairan Umum Daratan ini adalah satu-satunya di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Menteri Edhy berpesan agar kajian-kajian di balai riset ini bisa ditransfer dengan baik ke masyarakat. Yang tujuan akhirnya tentu masyarakat, di Sumatera Selatan khususnya, memperoleh pengetahuan yang luas di bidang budidaya perikanan, terutama perairan umum darat.

“Peran Seafdec ini penting untuk mempererat kerja sama kita dengan negara-negara di Asia Tenggara. Walaupun demikian tidak ada gunanya bangunannya mewah, besar, megah tapi hanya lambang. Ilmunya harus bisa ditransfer ke masyakarat,” ujar Menteri Edhy yang dikutip laman KKP, Senin (27/1).

Menteri Edhy juga berharap dengan adanya Seafdec ini bisa terbangun citra Sumatera Selatan sebagai sentra penghasil ikan air tawar di Indonesia, maupun di Asia Tenggara.

Sementara itu Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, menjelaskan bahwa SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP memiliki 3 fungsi utama, yakni mempersiapkan kajian stok ikan beserta wilayah pengelolaannya; konservasi wilayah perairan sebagai plasma nutfah; dan pengembangan Fish Passage / Fish Way di Indonesia.

Ditambahkan oleh Sjarief bahwa SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP juga berperan menciptakan output unggulan di pengelolaan perikanan perairan umum daratan, karenanya kami menciptakan sejumlah inovasi agar dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Inovasi pertama yakni aplikasi DACOFA (Data Collection for Fishery Activities). Aplikasi yang dikembangkan oleh SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP ini memungkinkan para enumerator melakukan input data  secara cepat dan efisien. Dengan hadirnya aplikasi berbasis Android ini, penginputan data ikan menjadi mudah karena dapat dilakukan melalui smartphone, sehingga seluruh data akan terekam dalam satu pusat data.

Di samping itu, SEAFDEC-IFRDMD/BRPPUPP turut memperkenalkan Buku Alat dan Metode Penangkapan Ikan di Perairan Umum Daratan Indonesia  serta model suaka perikanan PUD pada tipe daerah rawa banjiran yang bernama SPEECTRA (Special Area for Fish Conservation and Fish Refugia). SPEECTRA merupakan suaka perikanan buatan yang menjadi tempat berlindung ikan (spawning, nursery dan feeding ground) serta menjadi cadangan produksi ikan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.