(Beritadaerah – Nasional) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, memastikan bahwa Kalimantan Timur merupakan wilayah dengan risiko bencana paling sedikit dibanding wilayah lain di Indonesia.

Kawasan itu memiliki tingkat kerawanan paling rendah baik mulai dari ancaman bencana geologi, vulkanologi, hidrometeorologi dan jenis ancaman bencana lainnya.

Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan beberapa hasil kajian yang menyebutkan wilayah Kalimantan Timur memiliki potensi gempa bumi, namun di bawah magnitudo 5, yang tidak merusak dan sedikit kemungkinan memicu gelombang tsunami.

Kalimantan Timur juga merupakan provinsi yang paling sedikit terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dibanding wilayah lain di Kalimantan. Berdasarkan data BNPB sejak 2015 hingga 2019, Kalimantan Timur bahkan tidak masuk dalam 5 besar wilayah yang terdampak Karhutla seperti wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

Sedangkan untuk ancaman bencana hidrometeorologi, Doni mengatakan bahwa iklim di Indonesia telah banyak berubah, dipengaruhi oleh pemanasan global. Sehingga sepanjang wilayah dari Sabang sampai Merauke memiliki perbedaan musim setiap tahunnya.

Lebih lanjut, alumni Akademi Militer angkatan 1985 itu mencontohkan sejumlah kejadian di wilayah Jawa dan Sumatera pada awal tahun 2020.

Berdasarkan data BNPB, hampir sebagian besar wilayah Pulau Jawa mengalami beberapa musibah bencana banjir bandang dan longsor sedangkan wilayah Sumatera bagian timur tengah dilanda kebakaran hutan.

“Ancaman bencana hidrometeorologi, iklim bervariasi di sepanjang wilayah Indonesia. Ketika wilayah Jawa dilanda banjir bandang dan longsor, maka ada wilayah di timur Sumatera justru sudah mulai kebakaran karena jarang hujan,” tambah Doni.

Melihat adanya anomali cuaca tersebut, Doni meminta agar Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan pencegahan dari pada penanggulangan.

Dalam hal ini, Doni juga mencontohkan Kabupaten Konawe Utara yang berhasil mengantisipasi bencana karena kepedulian pemerintah daerahnya yang bersinergi dengan masyarakatnya.

Oleh sebab itu, BNPB mengajak Pemerintah Daerah dapat mencontoh hal baik dengan lebih meningkatkan kesiapsiagaan mulai personel, peralatan dan sinergitas antar kelembagaan. Karena tidak bisa bencana alam hanya ditangani oleh satu instansi melainkan perlu dibangun sinergitas.

Kunjungan Kepala BNPB beserta jajaran di Provinsi Kalimantan Timur ini untuk melakukan peninjauan dan analisa lebih lanjut wilayah Calon Ibu Kota Baru di Penajem Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sebagaimana ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, BNPB melibatkan para pakar, ahli dan peneliti untuk melakukan kajian lebih lengkap sehingga ancaman bencana dapat diminimalisir sejak dini.

Doni menyatakan, meskipun sebagian besar wilayah di Provinsi Kalimantan Timur menjadi wilayah yang minim dari ancaman bencana, BNPB tetap mendorong agar sinergi Pemerintah Daerah dalam mengambil langkah mitigasi yang tepat tetap dilakukan.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.