Menristek Dorong Apple Developer Academy Indonesia Cetak SDM Digital Andal (Foto: BRIN)

Menristek Dorong Apple Developer Academy Cetak SDM Digital Andal

(Beritadaerah – Nasional) Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, berkembangnya ekonomi digital membuat semakin banyak kebutuhan programmer dari Indonesia, termasuk programmer dan app developer untuk smartphone Apple.

“Apple Developer Academy yang telah hadir di Tangerang Selatan, Surabaya, dan Batam, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta hadir lebih banyak lagi di setiap pulau besar di Indonesia,” kata Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, seperti dikutif dalam rilis Kemenristek/BRIN di Jakarta, Rabu (15/1).

Pada saat memberikan arahan pada acara graduation atau wisuda angkatan kedua program beasiswa Apple Developer Academy di Serpong, Bambang Brojo mengatakan, developer, programmer, atau ahli di bidang coding itu akan menjadi kebutuhan. “Di sinilah saatnya kita mendorong institusi seperti Apple Developer Academy untuk bisa membina anak muda kita untuk bisa menekuni bidang yang sesuai arus ekonomi digital,” paparnya.

Program beasiswa pelatihan coding dari Apple, perusahaan smartphone bermerk iPhone ini mampu menarik banyak talenta dari seluruh Indonesia untuk mengembangkan diri di bidang teknologi informasi atau IT.

“Yang menarik dari Apple Developer Academy ini adalah mereka terbuka untuk siapa saja, tidak harus yang punya background di bidang komputer atau teknologi informasi atau engineering secara umum, tapi semua bidang. Artinya kalau ini menyebar di berbagai tempat di Indonesia, ini bisa menarik bakat-bakat di bidang IT dan digital yang masih tersembunyi dan juga nantinya bisa menumbuhkan entrepreneur atau startup dalam jumlah lebih besar,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Bambang Brodjo menyampaikan langsung kepada Worldwide Director for Apple Developer Academy Gordon Shukwit, untuk membuka lebih banyak lokasi Apple Developer Academy di setiap pulau besar di Indonesia.

“Mereka di Brazil punya sepuluh. Untuk Indonesia paling tidak di pulau besar atau di wilayah kepulauan itu ada satu. Di Jawa sudah ada dua (Tangerang Selatan dan Surabaya. Di Sumatera sudah ada di Batam. Mudah-mudahan nanti ada di Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, maupun Papua,” harap Menristek.

Kontribusi dari para lulusan antara lain pengembangan produk yang dapat menjadi start up potensial, membuka peluang entrepreneurship, dan atau para lulusan juga dapat memenuhi kebutuhan SDM kompetitif dari berbagai perusahaan digital yang saat ini masih sebagian besar diisi oleh tenaga asing.

Sementara itu, Kemenristek/BRIN sendiri saat ini sudah memiliki program hibah permodalan dan inkubasi atau pembinaan bagi para startup yang terbagi dalam program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), dan Inovasi Industri dimana masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan pemuda dapat mendaftarkan rencana bisnisnya untuk dikembangkan menjadi startup teknologi.

Apple Developer Academy yang bekerja sama dengan Universitas Binus di Green Office Park 9, Bumi Serpong Damai (BSD), ini hingga Januari 2020 dan telah menghasilkan 36 aplikasi untuk Apple Store yang sudah dapat diinstall oleh pemilik iPhone di seluruh dunia.

 

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center