Putra Mahkota UEA Menjadi Ketua Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

(Beritadaerah – Jakarta) Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan yang mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Abu Dhabi, UEA, dalam rangka pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) mengatakan, Putra Mahkota MBZ telah bersedia untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah pembangunan Ibu Kota Baru.

“MBZ akan menjadi ketuanya dengan dua orang anggota, yaitu Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Di atasnya ada Presiden Joko Widodo yang akan menjadi Penanggung Jawab,” kata Menko Luhut yang dikutip laman Maritim, Selasa (14/1).

Dijelaskan oleh Menko Luhut bahwa Putra Mahkota MBZ mengatakan, ini merupakan suatu penghargaan baginya dapat berperan dalam pembangunan negara muslim terbesar. Dewan Pengarah ini perannya nanti memberikan advis dan arahan, diharapkan juga dengan hadirnya mereka, akan menambah keyakinan para investor untuk menanamkan modal mereka di Ibu Kota Baru.

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana sebesar US$ 22,89 miliar atau sekitar Rp 314,9 triliun untuk berinvestasi di Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporation (IDFC) Amerika Serikat.

Masayoshi Son adalah salah satu orang terkaya di Jepang, pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer (CEO) dari SoftBank Mobile. Sedangkan Tony Blair, adalah mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007, ia pernah bertugas sebagai utusan Timur Tengah untuk PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia dengan salah satu tugas utamanya adalah menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Sebelumnya Presiden Jokowi bersama jajaran menteri menerima delegasi SoftBank Corp di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/1). Dalam pertemuan tersebut, Pendiri  dan CEO SoftBank Masayoshi Son menyatakan ketertarikannya di depan Presiden Jokowi untuk menanamkan modalnya di mega proyek pemindahan Ibu Kota Baru di Kalimantan. Presiden Jokowi secara tidak langsung menjelaskan alasan pemerintah memindahkan lokasi Ibu Kota Baru yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).