Kepala BKPM : Terlilit Regulasi, Investasi Wisata Susah Berkembang

(Beritadaerah – Banyuwangi) Dalam kunjungan kerjanya beberapa hari di Banyuwangi, Jawa Timur, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meresmikan theme park dan water park Banyuwangi, Jumat (3/1). Saat meresmikan wahana tersebut, Bahlil mengatakan investasi di sektor pariwisata susah berkembang dengan baik sebab terlilit oleh aturan.

“Banyak investor mengincar sektor pariwisata, tapi terlilit oleh regulasi yang aneh-aneh,” ujar Bahlil dalam siaran persnya kepada Beritadaerah, Sabtu (4/1).

Bahlil mencontohkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Banyuwangi berencana membangun cable car. Namun, izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum juga turun. Padahal, wahana tersebut akan mampu menyedot wisatawan lebih banyak lagi ke Banyuwangi.

Bahlil mengatakan, saat ini pemerintah akan mengejar realisasi investasi yang lebih kencang ke depan, guna mengantisipasi dampak pelemahan perekonomian dan mendorong daya cipta lapangan kerja. Sebab itu, pemerintah tidak akan segan menindak siapapun yang sengaja mengganggu jalannya invetasi di daerah. Bahlil juga meminta agar perizinan di tingkat daerah tidak dipersulit. Saat ini pemerintah pusat tengah merampungkan implementasi percepatan perizinan di tingkat nasional melalui Inpres No. 7 Tahun 2019.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi mengeluhkan kepada Kepala BKPM perihal perizinan cable car yang belum didapatkan. Padahal, Pemerintah Daerah telah mengajukan permohonan tersebut telah lebih dari tiga tahun dan anggarannya sudah habis mondar-mandir ke Jakarta.

Bupati mengatakan, Banyuwangi menawarkan view yang menarik untuk dinikmati wisatawan dari atas. Namun daya tarik wisata ini terhalang realisasinya sebab tak kunjung mendapat izin dari kementerian terkait untuk konstruksi cable car tersebut. Dikatakannya, Indonesia tak punya wahana cable car selain di Taman Mini.

Sedangkan, di berbagai negara sedang gandrung-gandrungnya membangun cable car. Kalau di Eropa tak usah disebut lagi. Hampir semua negara ada. RRT pun dimana-mana bangun cable car. Sedangkan kita malah dibuat susah oleh regulasi kita sendiri atau birokrasi, ucap Abdullah.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).