Ilustrasi Pajak Daerah (Foto Klik Pajak)

Jatim Capai Total Realisasi dari Pajak Daerah 104,27 Persen

(Beritadaerah – Jatim) Pemprov Jawa Timur, untuk penerimaan pajak yang dikutip melalui pelayanan Samsat se-Jatim, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai sebesar Rp6.890.439.193.872.

Pelayanan Samsat Tahun 2019 resmi ditutup pada hari Senin (30/12/2019) malam pukul 00.00 WIB. Dari data yang masuk, total realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jatim dari pajak daerah Tahun 2019 mencapai 104,27% atau Rp15.553.510.044.148.

Penerimaan PKB ini melampaui target awal sebesar Rp6,35 triliun. Kemudian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp4.232.540.305.900 atau mencapai 112,72%. Penerimaan BBNKB ini juga melebihi target awal sebesar Rp3,75 triliun.

Selain pajak dari pelayanan Samsat, ada pula jenis penerimaan lainnya seperti Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar Rp2.374.099.329.438 atau sebesar 99,75%, Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp32.879.605.250 atau mencapai 109,6% dan Pajak Rokok sebesar Rp1.992.207.318.173 atau mencapai 83,78%.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa menyampaikan apresiasinya. Menurutnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jatim memberikan energi luar biasa bagi Pemprov Jatim karena bisa meningkatkan target pendapatannya.

“Ini tentunya menjadi motivasi dan pemacu bagi jajaran Pemprov Jatim untuk terus memberikan pelayanan yang CETTAR bagi masyarakat terutama di tahun baru 2020,” kata Khofifah, Selasa (31/12).

Bapenda Jatim terus menggenjot PAD Jatim dengan berbagai program, antara lain program pemberian keringanan atau insentif pajak daerah (pemutihan) yang dilaksanakan pada tanggal 23 September – 14 Desember 2019. Program tersebut berupa pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB serta pembebasan bea balik nama kedua dan seterusnya.

Jumlah wajib pajak yang memanfaatkan program pemutihan tahun ini ada sebanyak 1.751.837 wajib pajak, termasuk diantaranya 19.984 objek luar daerah yang mendaftar di Jatim.

Hasilnya, realisasi penerimaan PKB selama periode kebijakan pembebasan pajak daerah atau pemutihan tersebut mencapai Rp846.304.785.450 atau sebesar 203,92%. Capaian ini melebihi target awal yakni sebesar Rp. 415 miliar.

Bapenda Jatim juga mengapresiasi Wajib Pajak Patuh dengan memberikan undian tabungan umroh. Pemberian undian ini diperuntukkan bagi wajib pajak patuh yang membayar pajak mulai 6 bulan sebelum jatuh tempo masa pajak. Dengan adanya program ini, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pajak daerah khususnya PKB meningkat.

Bapenda juga terus melakukan perluasan kerjasama penyelenggaraan pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor bersama mitra (jaringan retail nasional), yakni Indomaret. Indomaret dengan outlet sebanyak 16.900 titik, yang dimanfaatkan oleh 65.323 wajib pajak dengan realisasi penerimaan sebesar Rp. 36.771.201.600 termasuk diantaranya 3.343 wajib pajak dari luar Provinsi Jatim. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dimanapun berada.

Ke depan, Khofifah berharap berbagai program tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak, sehingga PAD terus meningkat. Dengan naiknya PAD Jatim maka ia berharap kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Jatim terus meningkat.

Khofifah berterimakasih kepada seluruh warga Jatim, termasuk berbagai instansi yang telah berpartisipsi dan menjadi wajib pajak yang tertib dalam program pajak daerah seperti PKB, BBNKB, PBBKB, PAP maupun pajak lainnya sehingga PAD Jatim di tahun 2019 meningkat.

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.