Ilustrasi : Pembangunan Gerbang Tol Terbanggi di Jalan Tol Trans Sumatera

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatra 2019

(Beritadaerah – Kolom) Khususnya sepuluh Provinsi area Sumatera untuk realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara keseluruhan mencapai 60.64% dari total anggaran. Sumatera Utara menempati posisi terbesar secara nominal sedangkan Bengkulu terkecil secara nominal.

Nanggroe Aceh Darusalam

Realisasi pendapatan menunjukkan bahwa realisasi PAD berada pada level 58,96% dari pagu 2019, lebih rendah dibanding realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 60,33%.

Sumatera Utara

Realisasi PAD Sumatera Utara menurun dibandingkan triwulan III tahun 2018. Realisasi PAD pada triwulan III 2019 tercatat 58,0%, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar 59,9%. Kondisi ini diperkirakan merupakan dampak kondisi dunia usaha dan investasi yang masih terbatas sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satu sumber pendapatan utama yang diharapkan terealisasi pada PAD tahun 2019 adalah pajak air permukaan Pemerintah Provinsi dari salah satu perusahaan BUMN. PAD Provinsi Sumatera Utara utamanya masih ditopang oleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan Umum (APU), pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

 

Sumber: Bank Indonesia

Kepulauan Riau

Dari sisi pendapatan asli daerah, hingga triwulan III 2019 telah terealisasi sebesar Rp2,45 Triliun atau 70,98% dari total anggaran, lebih tinggi dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,29 Triliun atau telah terealisasi sebesar 70,98% dari total anggaran. Peningkatan realisasi pendapatan asli daerah didorong oleh peningkatan realisasi pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Riau

Realisasi PAD Riau sepanjang triwulan III 2019 tercatat sebesar Rp 2,57 triliun (71,40% anggaran). Angka tersebut menurun sekitar 1,63% (yoy) dibandingkan realisasi PAD sepanjang triwulan III 2018 yang tercatat sebesar Rp 2,62 triliun (62,67% anggaran). Penurunan PAD tersebut didorong oleh turunnya realisasi pendapatan pajak daerah dan pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Realisasi pendapatan pajak Provinsi Riau sepanjang triwulan III 2019 mengalami penurunan sekitar 3,13% (yoy) , yaitu dari Rp 2,22 triliun (69,38% anggaran) sepanjang triwulan III 2018, menjadi Rp 2,15 triliun (68,90% anggaran)

Sumatera Barat

Realisasi penerimaan PAD triwulan III 2019 menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PAD hingga triwulan III 2019 mencapai 1,528.76 atau 61,36% dari anggaran, lebih rendah daripada triwulan III 2018 1,621.05 atau 69,84%.

Jambi

Pendapatan Asli Daerah yang didapatkan melalui pajak, retribusi, serta pengelolaan kekayaan daerah dan lainnya hingga triwulan III 2019 tercatat Rp 1,18 triliun (35,98% dari total pendapatan). Pendapatan terbesar disumbangkan oleh pajak daerah yang mencapai Rp.993,44 miliar (84,42% dari total PAD).

Sumatera Selatan

Komponen PAD masih didominasi oleh Pendapatan Pajak Daerah yang mencapai 90,64% dari total PAD, kemudian disusul lain-lain PAD yang sah. Realisasi PAD 2019 sebesar Rp 2,27 triliun hingga triwulan III. Nilai tersebut adalah 68,24% dari anggaran, yang lebih rendah dari tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar 71,11%.

Bangka Belitung

Realisasi PAD pada triwulan III 2019 sebesar Rp417,45 miliar atau tercapai sebesar 47,19% dari target tahun 2019, lebih rendah dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 62,41% atau sebesar Rp492,79 miliar. Rendahnya realisasi PAD pada triwulan ini disebabkan karena adanya penurunan realisasi pendapatan pajak daerah sejalan dengan menurunnya pendaftaran kendaraan baru khususnya kendaraan roda dua di Bangka Belitung sehingga pendapatan pajak kendaraan bermotor menurun.

Bengkulu

Secara presentase, realisasi penerimaan APBD juga mengalami penurunan, yaitu dari 23,28% pada triwulan III 2018 menjadi 14,20% pada triwulan III 2019. Penurunan realisasi APBD ini dipengaruhi oleh penurunan realisasi pada pendapatan asli daerah (PAD) dan dana perimbangan

Lampung

Pendapatan Asli Daerah (PAD), sama halnya dengan pencapaian pada triwulan lalu, pada periode triwulan III 2019, komponen ini tercatat masih mengalami penurunan sebesar -7,51% atau sebesar Rp2,02 triliun dari Rp2,18 triliun pada tahun 2018.

About Fadjar Dewanto

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.