Kemenparekraf Memberikan Stimulan Kepada 44 Pelaku Ekonomi Kreatif

(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan stimulan berupa Bantuan Pemerintah (Banper) kepada 44 pelaku ekonomi kreatif seluruh Indonesia. Pemberian Banper dimulai sejak tahun 2017 hingga 2019 dan sudah sebanyak 142 pelaku ekonomi kreatif penerima Banper dalam periode tersebut yang tersebar dari Sabang hingga Kabupaten Asmat, Papua. Dari Banper Bekraf tersebut telah direvitalisasi sebanyak 59 ruang kreatif, 9.490 unit sarana, dan 1.713 teknologi informasi dan komunikasi.

Pemberian bantuan kepada 44 pelaku ekonomi kreatif seluruh Indonesia diserahkan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Senin (16/12).

Dalam sambutannya, Menparekraf Wishnutama menjelaskan, Program Banper Bekraf yang berlangsung sejak 2017 hingga sekarang telah membantu 142 para penerima Banper dari kalangan komunitas ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Dulu Bekraf sekarang bergabung menjadi Kemenparekraf/Baparekraf. Telah banyak infrastruktur pembangunan ekonomi kreatif. Nantinya kita akan buat lebih banyak seperti membuat workshop training, hingga akses permodalan. Karena kita sudah bersama (Kemenpar dan Bekraf) akan bersinergi dan ekosistem yang sangat menunjang satu sama lain,” kata Menparekraf Wishnutama dalam keterangan pers yang diterima Beritadaerah.co.id, Selasa (17/12).

Wishnutama melanjutkan, pemberian bantuan itu diharapkan bisa menjadi stimulus agar ekonomi kreatif di taraf terkecil seperti komunitas-komunitas bisa semakin menggeliat dan tersebar hingga ke seluruh pedesaan di Indonesia.

Menparekraf mencontohkan Kota Ambon yang belum lama ini dinobatkan sebagai kota musik oleh UNESCO. Ia mengatakan, antara ekonomi kreatif dan pariwisata di Ambon bisa dikemas sehingga ekosistem di sana bisa membuka peluang sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia ke depan. Dan menjadi sumber devisa terbesar bagi Indonesia.

Sementara itu Deputi Bidang Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menyatakan Banper Bekraf 2019 yang mencapai total Rp 48 miliar tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai modal rintisan dari pemerintah dalam upaya meningkatkan talenta para pelaku ekonomi kreatif.

Nantinya pemberian Banper Bekraf akan dilanjutkan untuk mendukung ekonomi kreatif di 5 destinasi super prioritas meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.