(Photo: Kemenkeu)

Kebijakan Fiskal Merupakan Alat Untuk Mencapai Kemakmuran

(Beritadaerah – Nasional) Dalam acara Pendidikan Politik Anggota DPR dan DPRD Partai Golkar di Hotel Merlyn Park, Jakarta, hari Sabtu (30/11), Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa Indonesia memiliki visi Seratus Tahun Merdeka pada Tahun 2045 sebagai negara kelima terbesar di dunia. Itu sebabnya dengan adanya kebijakan fiskal APBN dan APBD, pemerintah terus mendorong perekonomian nasional menuju Indonesia maju, adil, dan makmur dengan tetap mewaspadai berbagai tantangan domestik dan global yang ada.

“Tujuan kita bukan hanya mengumpulkan pajak, bukan hanya sekedar belanja, tapi tujuan kita itu adalah untuk mencapai kemakmuran, alatnya adalah kebijakan fiskal. Sehingga kalau kita fahami ini sebagai alat maka kebijakan fiskal dapat diubah-ubah dan bersifat fleksibel untuk mencapai tujuan kemakmuran bangsa,” demikian disampaikan oleh Wamenkeu.

Tentunya untuk mencapai itu maka diperlukan peran serta aktif berbagai pihak yang terlibat dalam perekonomian negara diantaranya perusahaan (dunia usaha), rumah tangga (masyarakat), pemerintah dan kelompok luar negeri yang saling berkaitan.

“Di dalam perekonomian yang besar kebijakan fiskal tidak berdiri sendirian, ia juga harus bekerjasama dengan kebijakan otoritas moneter dan kebijakan sektor riil,” ditegaskan oleh Wamenkeu dalam acara bertema “Peran Partai Politik dalam Mendorong Kebijakan Pro Investasi untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional ini”.

Di bidang reformasi struktural, indeks demokrasi Indonesia semakin menunjukkan perbaikan dengan harapan bisa menunjukkan kepada para investor sehingga mereka yakin untuk menanamkan modalnya. “Salah satu yang membuat orang mau menaruh uangnya tetap di Indonesia kalau dia lihat stabilitas politik dan stabilitas ekonomi, salah satunya bisa ditunjukkan dengan adanya kualitas demokrasi, apakah ada penghormatan terhadap kebebasan sipil, apakah ada penghormatan terhadap hak-hak politik, dan apakah ada penghormatan kepada lembaga- lembaga demokrasi. Ini harus kita perbaiki terus menerus,” demikian pernyataan Wamenkeu.

Pemerintah sedang akan mengeluarkan undang-undang tentang omnimbus law mengenai bidang penciptaan lapangan kerja dan perpajakan. Melalui omnimbus law, segala bentuk regulasi harus disederhanakan, harus dipotong, harus dipangkas, dan Pemerintah akan mengusulkan kepada DPR untuk menurunkan tarif pajak penghasilan badan secara bertahap.

Wamenkeu menutup paparannya dengan meminta bantuan dari para anggota partai politik untuk terus menyemangati, mengawasi pemerintah daerah (Pemda) sehingga dapat lebih efisien. Wamenkeu akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan efisiensi di pemerintah pusat, dan berharap ini menjadi perbaikan untuk Indonesia yang maju ke depan.

About Endah Caratri

Endah Caratri is a Partner in Financial, Accounting and Tax Services of Vibiz Consulting. She also wrote hundreds of Journals and Columns of financial, taxation, property, business and management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.