Presiden Jokowi memimpin pertemuan dengan CEO perusahaan besar di Busan, Korsel, Senin (25 Nov). (Foto: Humas Setkab)

Presiden Jokowi Ajak CEO Korea Investasi Bangun Ibu Kota Baru di Kaltim

(Beritadaerah – Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangkaian acara kenegaraan di Busan – Korea Selatan mengadakan pertemuan dengan para pimpinan atau Chief Executive Officer (CEO) perusahaan-perusahaan terkemuka Korea Selatan. Pada pertemuan tersebut Presiden Jokowi mengajak para CEO tersebut untuk bekerja sama membangun ibu kota baru Indonesia, yang akan dipindahkan dari Jakarta menuju ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Ajakan berinvestasi tersebut disampaikan Presiden Jokowi di pertemuan yang berlangsung di Lotte Hotel, Busan, Senin (25/11). “Ibu kota baru tersebut akan kita desain sebagai sebuah kota yang smart city, yang green city, safe city, inclusive city, dan resilient city,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, Indonesia terbuka untuk melakukan kerja sama dalam rangka pemindahan ibu kota ini. Ia mengajak para CEO perusahaan besar Korsel untuk menguatkan kerja sama ekonomi, kerja sama perdagangan, dan kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea. “Korea adalah mitra strategis khusus Indonesia dan merupakan investor nomor 6 terbesar untuk Indonesia,” terang Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menjelaskan, di era yang penuh ketidakpastian ini, maka masa depan dunia akan dimotori oleh emerging economies seperti Indonesia. Di saat banyak negara mengalami aging society, Indonesia memiliki usia produktif yang besar, bonus demografi yang besar. Dan pada saat banyak negara mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih dari 5 persen per tahun selama 5 tahun ini.

“Di saat banyak negara mengalami banyak diskonten stabilitas politik, di Indonesia bisa cukup terjaga. Dan pada saat banyak negara melakukan proteksionisme, Indonesia bisa menjadi koordinator bagi perundingan ASEAN dan Indonesia telah menyelesaikan negosiasi Indonesia dan CEPA dengan Korea,” tegas Presiden Jokowi.

Dijelaskan oleh Presiden, komitmen Indonesia jelas, dalam 5 tahun ke depan iklim investasi akan makin menarik, penyederhanaan aturan dan penyederhanaan birokrasi juga akan terus dilakukan, dan pada saat yang sama Presiden menekankan bahwa investasi di Indonesia harus menciptakan lapangan kerja. Presiden juga menekankan bahwa investasi tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar namun juga menjadikan Indonesia sebagai hub produksi.

“Tahun ini segera kita akan melakukan apa yang namanya Omnibus Law, memangkas kira-kira 70 sampai 74 undang-undang secara bersamaan. Dengan Omnibus Law ini kita harapkan nanti semua peraturan-peraturan yang menghambat penciptaan lapangan kerja, yang menghambat investasi akan bisa disederhanakan, dan juga pemangkasan birokrasi yang semakin simple sehingga keputusan-keputusan yang diambil nanti juga akan semakin cepat,” terang Presiden Jokowi.

Disampaikan juga kepada para CEO yang hadir bahwa untuk menyelesaikan setiap masalah-masalah investasi di Indonesia, sekarang ini bisa disampaikan langsung kepada Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). “Saya kira kemarin kita sudah menyelesaikan setelah mengangkat Kepala BKPM, salah satunya adalah masalah pembebasan lahan di Lotte, di Cilegon, diselesaikan oleh Kepala BKPM yang baru,” sambung Presiden .

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, Mendag Agus Suparmanto, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BKPM Bahlil Lahadahlia, Ketua KADIN Rosan Roslani, dan Dubes RI untuk Korsel Umar Had,i serta Jubir Presiden Fadjroel Rachman.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center