Kemenparekraf Gaet Wisman Perbatasan di Timor Leste (Foto: Kemkominfo)

Kemenparekraf Gaet Wisman Perbatasan di Timor Leste

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengoptimalkan promosi pariwisata Indonesia di area crossborder, khususnya pasar Timor Leste, dengan menggelar sales mission yang melibatkan sejumlah travel agent/tour operator.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh Ricky Fauziyani, dalam keterangan resminya, Senin (18/11) mengatakan, sales mission yang memamerkan berbagai destinasi menarik Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah program yang telah dijalankan sebelumnya untuk pasar Timor Leste.

“Sales mission ini adalah tindak lanjut dari serangkaian famtrip (familiarization trip) yang kita gelar ke beberapa destinasi super prioritas. Seperti Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur (Joglosemar) dan Danau Toba serta Bali dan Jakarta. Sekarang giliran travel agent/tour operator (TA/TO) Indonesia yang menawarkan produk kunjungan ke Indonesia kepada buyer asal Timor Leste,” ujar Ricky.

Sales Mission dari Kemenparekraf ini digelar di Suai Gala Room Timor Plaza Hotel & Apartement Dili, Timor Leste, dengan membawa lima travel agent/tour operator (TA/TO) Indonesia sebagai seller. Mereka adalah Ace Travel, Sugar Travel, Antika Travel, Ayo Travel dan Nusa Dua Bali Tours Travel.

Para seller dipertemukan dengan sejumlah buyers asal Timor Leste. Diantaranya Obrigado Tours & Travel, Lagrima Travel, Fast Tour & Travel, Iana Tours & Travel, Uno Travel Dili, Gesano Tour and Travel, juga Fatubesi Travel, Orange Tour and Travel, Riir Travel, dan Ezgo Travel, dan masih banyak lagi.

Kabid Pemasaran Area II Regional III Kemenparekraf Hendry Noviardi menjelaskan, sales mission ini merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata Indonesia.

“Sales mission ini bagian dari rangkaian kegiatan yang kita buat. Sebelumnya ada kegiatan consumer selling, kemudian pameran di Dili, dan juga famtrip TA/TO dan media Timor Leste ke destinasi super prioritas. Harapannya pada kegiatan sales mession ini terjadi potensial dan riil transaksi antara TA/TO sebagai seller dengan TA/TO Timor Leste sebagai buyer,” paparnya.

Sementara Rizki Handayani – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf mengatakan, area border masih punya potensi untuk dimaksimalkan. Potensinya sangat tinggi, apalagi setelah dibukanya jalur penerbangan internasional dari Dili ke Kupang oleh maskapai Trans Nusa Aviation.

“Hal ini sangat membantu wisatawan dari Timor Leste. Banyak pilihan destinasi, dari Kupang bisa melanjutkan ke Labuan Bajo, ke Sumba, Ende dengan Kelimutu, Alor, Larantuka maupun Lembata dengan atraksi pausnya”, kata Rizki Handayani.

Melalui berbagai strategi yang dilakukan ini, diharapkan kunjungan wisatawan asal Timor Leste ke Indonesia akan semakin meningkat. “Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana lenght of stay wisman crossborder lebih panjang sehingga spendingnya juga meningkat. Itu goalnya,” tegas Rizki.

Herwantoro/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.