Ilustrasi: Para Pemimpin Asean -35th-Asean-Summit, Bangkok-Thailand (Foto: Setpres)

Indonesia Maju: Global Leadership Forecast

Memasuki Indonesia maju diperlukan pemimpin-pemimpin organisasi yang siap menghadapi perubahan, baik swasta maupun pemerintah.  Tantangan-tantangan apa saja yang akan dihadapi pemimpin pemimpin masa depan?

Sebuah studi baru-baru ini mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan cara yang lebih lengkap daripada sebelumnya. Diterbitkan bersama oleh DDI, The Conference Board, dan EY, Global Leadership Forecast 2018 adalah salah satu proyek riset kepemimpinan paling ekspansif yang pernah dilakukan. Mengintegrasikan data dari lebih dari 28.000 pemimpin dan profesional SDM di 2.488 organisasi di seluruh dunia, laporan ini menawarkan wawasan tentang keadaan kepemimpinan global dan memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi organisasi untuk mengubah strategi mereka untuk memenuhi tantangan yang akan datang. Berikut ini adalah hasil yang ditemukan dari riset yang dilakukan:

# 1: Kekhawatiran CEO tentang talent

CEO sangat khawatir tentang tersedianya pemimpin yang mereka butuhkan untuk mendorong kesuksesan perusahaan. Hanya 14% CEO mengatakan mereka memiliki talent atau orang yang mereka butuhkan untuk menjalankan strategi bisnis mereka.

# 2: Kebutuhan akan keterampilan digital leadership

Keterampilan digital leadership menjadi semakin penting. Perusahaan yang memiliki digitally-capable leaders yang secara finansial memiliki kinerja yang unggul rata-rata sebesar 50%.

# 3: Mengapa keragaman gender meningkatkan keuntungan

Nilai keanekaragaman gender terus terbukti. Organisasi dengan lebih banyak wanita dalam kepemimpinan 1,4 kali lebih mungkin untuk mempertahankan pertumbuhan yang menguntungkan.

 4: Kembangkan potensi kepemimpinan lebih awal

Organisasi perlu mengambil pandangan yang lebih luas tentang apa artinya memiliki “potensi kepemimpinan,” dan mulai mengembangkan potensi kepemimpinan lebih awal dalam karier. Organisasi yang memperluas pengembangan high-potential talent di bawah level senior 4.2 kali secara finansial lebih mungkin mengungguli mereka yang tidak memiliki pengembangan high-potential talent.

# 5: Nilai Gen X lebih banyak

Sebagian besar perusahaan mengabaikan nilai Gen X. Sebagai generasi pertama yang tumbuh dengan permainan video, mereka hampir secara digital paham seperti generasi millenial, tetapi juga unggul dalam keterampilan kepemimpinan yang lebih konvensional yang terkait dengan Baby Boomers, seperti membangun bakat dan pelaksanaan mengemudi.

# 6: Para pemimpin teknologi gagal

Empat dari sepuluh pemimpin teknologi mengalami kegagalan, yang merupakan tingkat kegagalan kepemimpinan tertinggi di industri mana pun. Tingkat kegagalan yang tinggi kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa industri tidak banyak berupaya mengembangkan para pemimpinnya. Faktanya, 32 persen pemimpin teknologi melaporkan bahwa mereka tidak pernah bertemu dengan manajer mereka untuk melakukan diskusi kinerja.

# 7: Para pemimpin senior membutuhkan alignment yang lebih besar

Kepemimpinan sedang didefinisikan ulang sebagai tim olahraga. Karena perusahaan semakin bergantung pada tim, kami menemukan tiga bidang di mana sangat penting bagi para pemimpin senior untuk ada alignment: energi dan gairah pengembangan, keterampilan pemimpin yang berfokus pada masa depan, dan pandangan tentang budaya perusahaan. Kurangnya alignment dalam tiga bidang ini dengan cepat menggagalkan tim senior.

# 8: SDM membutuhkan keterampilan yang dikembangkan dalam “people anlytics”

Menggunakan data untuk membuat keputusan tentang orang — dikenal sebagai “people anlytics”—menjadi keterampilan yang sangat penting bagi SDM. Namun, hanya 18% organisasi yang mengelola untuk menerapkan “people anlytics”
yang advanced.

# 9: Tiga faktor pergeseran budaya yang paling dibutuhkan

Organisasi harus fokus pada tiga faktor budaya untuk meningkatkan kemampuan pemimpinnya dalam merespons gangguan:

  • Menginformasikan keputusan melalui data dan analitik
  • Mengintegrasikan banyak perspektif untuk mendorong perubahan
  • Merangkul kegagalan dalam mengejar inovasi

# 10: “do it yourself leadership” jangan memotongnya

Terlalu banyak organisasi mengambil pendekatan “do it yourself leadership” untuk pengembangan kepemimpinan, yang biasanya dimulai dan diakhiri dengan memberi para pemimpin akses ke sumber belajar mandiri yang umum. Tetapi yang benar-benar diinginkan oleh para pemimpin adalah pengalaman yang dipersonalisasi dan kesempatan untuk belajar dari mentor internal dan eksternal dan sesama pemimpin mereka.

About Fadjar Dewanto

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.