Kemenparekraf : Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur Jadi Lokasi Ekowisata

(Beritadaerah – Banyuwangi) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengelar “Forum Tour Opeator” yang berlangsung pada tanggal 8-13 November 2019, dimana sejumlah tour operator dalam dan luar negeri diajak berkunjung ke sejumlah destinasi untuk mengembangkan paket perjalanan ekowisata yang menyasar high-end tourist.

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dipilih menjadi lokasi perjalanan ekowisata karena memiliki keunikan tersendiri. Di taman nasional yang secara administratif berada di dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember ini menjadi rumah bagi 449 jenis flora dan 325 fauna. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929. Taman nasional ini juga menjadi kawasan konservasi rumah penyu Belimbing, tepatnya di  Pantai Sukamade.

Salah satu aktivitas favorit wisatawan di TNMB yakni melihat proses bertelur Penyu Belimbing di pesisir Pantai Sukamade. Selain Penyu Belimbing, pesisir pantai ini juga kerap menjadi tempat berkembang biak Penyu Sisik, Penyu Hijau, dan Penyu Ridel/Lekang.

“Ekowisata adalah benchmark yang paling bagus dalam menerapkan konsep Sustainable Tourism Development (STD) sekaligus menyasar high-end tourist,” kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (13/11).

Hal ini dikarenakan pengembangan ekowisata tidak sama dengan mass tourism yang hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melainkan lebih fokus mengincar wisman berkualitas. Kemenparekraf juga memperkuat jejaring antar tour operator ekowisata nasional dan internasional agar bersama-sama mengemas paket wisata yang menarik buat pasar masing-masing negara.

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui empat jalur jalan darat, baik dari Jember maupun Banyuwangi. Untuk mengunjungi taman nasional ini, sebaiknya datang saat musim kemarau, karena jalur menuju tempat ini sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan.

Kendaraan yang digunakan juga membuat pengalaman wisatawan lebih mengesankan. Yakni mobil dengan penggerak empat roda, mengingat kondisi jalan yang bebatuan, berlumpur, dan melewati beberapa sungai.

Sebelum menuju ke Pantai Sukamade, pengunjung akan melewati dua pantai yang cukup terkenal. Yaitu Pantai Rajegwesi yang dikenal dengan karangnya yang indah serta Teluk Ijo, sebuah teluk yang memiliki warna biru kehijau-hijauan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu