(Beritadaerah – Nasional) Dalam rangka mempercepat proses perijinan investasi khususnya di sektor yang menciptakan banyak lapangan kerja, Presiden Joko Widodo menyampaikan pada Pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda, di Jakarta, 13 Nov 2019: “Agenda besar kita, pertama yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, semua sekarang ini harus mengarah ke penciptaan lapangan kerja. Investasi yang berhubungan dengan hal ini kami minta semuanya mendukung. Artinya apa? Kalau ada investasi datang ke daerah bukan urusannya Gubernur, Bupati dan Walikota saja tapi semuanya, juga TNI, Polri, Kejaksaan”.

Selanjutnya sektor yang harus didukung adalah yang terkait dengan ekspor khususnya yang berada di hilir, bukan ekspor bahan baku. Dalam hal ekspor Indonesia masih kalah dengan negara-negara lain, jangan sampai kalah lagi dengan Laos dan Kamboja.

“Investor yang datang ke daerah kita harus dilayani dengan baik, apalagi yang menyangkut penciptaan lapangan kerja. Harus diingat masih ada 7 juta rakyat Indonesia yang belum memiliki pekerjaan. Ini tugas kita bersama”, tegas Presiden.

Dampak perang dagang China dan Amerika ada 33 perusahaan besar Amerika yang memindahkan investasinya dari Tiongkok ke negara lain. 23 diantaranya pindahnya ke Vietnam padahal kita punya banyak sumber daya alam. Dan 10 perusahaan lainnya memilih pindah ke Kamboja, Malaysia India, dan Thailand, tidak satupun memilih Indonesia.

Dalam hal ini Jokowi dengan tegas berkata:”Problemnya adalah ruwetnya perijinan termasuk di daerah, dan ini harus segera dipotong alurnya. Ini pekerjaan besar. Melalui omnibus law akan mulai kita sinkronkan. Jika ada yang mempersulit proses perijinan investasi harap dilaporkan”.

Bertahun tahun kita alami defisit neraca perdagangan dan deficit transaksi berjalan, tidak pernah tuntas. Oleh sebab itu Presiden kembali berpesan: “Kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, “tutup mata” dan berikan ijin secepat-cepatnya. Nggak usah tanya-tanya. Atau untuk bangun pabririk barang substitusi impor juga tutup mata dan tanda tangan secepatnya”.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts