Menhub : Ditargetkan Semua Rute LRT Jabodebek Selesai 2021

(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan LRT Jabodebek di Jakarta Selatan, Senin (11/11). Dalam acara ini Menhub Budi menyampaikan bahwa proyek Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) ditargetkan selesai untuk semua rute secara bersamaan pada tahun 2021.

Proyek LRT Jabodebek merupakan proyek transportasi berbasis rel dengan detail kompleks dan skala sangat besar yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota disekitarnya seperti Bekasi, Depok dan Bogor. Bentangan beton panjang (long span) proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan telah diresmikan.

Dengan adanya peresmian tersebut, maka proyek LRT Jabodebek yang berada di ruas Jalan Gatot Soebroto telah tersambung dengan proyek yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan. Proyek yang diresmikan ini bertipe box girder beton dengan radius lengkung 115 meter. Kemudian, panjang bentang utama 148 meter dan beban pondasi pengujian 4.400 ton. Long span ini disebut merupakan yang terpanjang di dunia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Turut hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto.

“Target bulan juni-juli 2021 selesai. Operasional LRT akan dilakukan secara langsung bersamaan pada tahun 2021. Semua rute serentak, tidak bertahap,” jelas Menhub yang dikutip laman Dephub, Senin (11/11).

Menhub mengapresiasi Adhi Karya selaku pelaksana pekerjaan proyek LRT Jabodebek yang telah bekerja dengan baik proyek yang menggunakan pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menhub mengatakan, Pemerintah akan terus mendukung upaya Adhi Karya dan PT KAI untuk menyelesaikan proyek yang termasuk dalam kategori proyek yang rumit baik dari struktur maupun pembiayaannya yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Ditambahkan oleh Menhub, proyek ini dapat menjadi pilihan angkutan massal Indonesia yang dapat diandalkan dan segera diselesaikan, karena sudah ada kota-kota lain yang akan segera menyusul membangun angkutan massal LRT yaitu Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.

Menhub juga menyebutkan agar kedepannya ada suatu inovasi yang dilakukan khususnya dari segi harga sehingga LRT dapat lebih kompetitif. Sampai dengan 1 November 2019 progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 67,3%. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya yakni lintas Cawang-Cibubur (86,2%), Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (58,3%), dan Cawang-Bekasi Timur (60,5%).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.