1.000 Kaum Milenial Turun ke Sawah di Kubu Raya (Foto: Kominfo)

Gerakan Tanam Padi Milenial, 1000 Milenial Turun ke Sawah di Kubu Raya

(Beritadaerah – Kalimantan Timur) Pemerintah Kabupaten Kubu Raya–Kalimantan Barat dalam rangka membangkitkan semangat bertani bagi kaum muda, menyelenggarakan kegiatan yang dinamakan Gerakan Tanam Padi Milenial.

Kaummilenial beberapa tahun ini dikabarkan sudah sangat kecil minatnya terhadap profesi petani bahkan perhatiannya terhadap pertanian. Dalam rangka meningkatkan minat anak muda terhadap pertanian inilah Pemkab Kubu Raya menginisiasikan kegiatan ini.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan prosesi mendapatkan beras ada beberapa tahapan kegiatan, dimulai dari turun ke sawah, menanam padi sampai akhirnya pemanenan. Menurutnya proses ini lebih didominasi oleh orang tua saja sampai saat ini, tidak dirasakan langsung oleh kaum muda.

Untuk itulah pada hari Minggu (3/11) lalu diselenggarakan seribu orang kaum milenial yang terdiri dari pelajar SD hingga perguruan tinggi diturunkan ke sawah untuk menanam padi hingga memanennya, di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.

“Kita berharap ke depannya anak-anak muda lebih mencintai pertanian,” katanya pada kegiatan tersebut.

Selain itu, kata Muda dengan kegiatan menanam padi tersebut dapat menjadi momentum wisata yang membawa kesegaran serta inspiratif. Dengan acara seperti ini, tentunya kaum milenial diharapkan dapat mempertahankan serta menyukai pekerjaan bercocok tanam khususnya bertani. “Dan identifikasi kita perkuat sebagaimana upaya kita menuju kemandirian pangan,” ujarnya.

Menurutnya dengan hamparan lahan sekitar 3.000 hektar di kegiatan Gerakan Tanam Padi Milenial akan menjadi contoh teknologi modern pertanian sehingga lahan-lahan tidur di wilayah desa lain dapat diperdayakan. “Semoga momentum ini juga menjadi cara membangun imajinasi dan karakter anak muda agar seimbang antara modernisasi dan alam,” katanya.

Dikatakannya sistem penanaman padi rendengan di beberapa wilayah Kubu Raya akan dipanen secara massal setelah tiga-empat bulan penanaman yang selanjutnya akan diproduksi sebagai beras lokal. “Yang dikemas dan dipasarkan secara sistemik sebagaimana dahulu pernah dilakukan,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kubu Raya Gandhi Satyagraha menuturkan selain pola penanaman rendengan, pihaknya telah mengedukasi sejumlah kelompok tani dengan menggunakan metode sistem tanam jajar legowo.

“Dengan jajar legowo dapat menghemat hasil panen lebih besar. Karena kehilangan panen dapat kita cegah. Kemudian kita juga menggunakan input pupuk-pupuk organik yang kita dapati dari konten lokal, yang kita olah untuk meningkatkan produksi kita. Selain itu irigasi kita juga harus kita persiapkan,” katanya.

Tidak hanya itu pihaknya juga akan menyiapkan benih, pupuk dan pemberantasan hama dan penyakit. Diakuinya hama tikus selama ini masih banyak merusak hasil produksi panen di pertanian Kubu Raya.

“Dengan adanya kegiatan gropyokan, kemudian kegiatan pengendalian menggunakan agen hayati akan lebih memudahkan kita mengendalikan hama penyakit di daerah pertanian kita ini,” pungkasnya.

Agus Purba/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center