(Beritadaerah – Nasional) Komjen Drs. Idham Azis sudah dilantik pada hari ini, Jumat (1/11) di Istana Negara Presiden, Jl. Merdeka Utara, Jakarta Pusat oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala Kepolisian RI. Sebelumnya ia adalah calon tunggal Kapolri yang telah disetujui oleh Komisi III DPR RI setelah menjalani serangkaian uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper.Pelantikan ini berdasarkan Keppres Nomor 98 Polri 2019 tentang Kenaikan Pangkat Dalam Golongan Perwira Tinggi Polri yang diitetapkan di Jakarta, 1 November 2019.

Dalam sumpah jabatannya yang langsung dipimpin oleh Presiden Jokowi dengan disaksikan seluruh pejabat negara, ia menyatakan berjanji setia kepada kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD RI 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti kepada bangsa dan negara. Juga dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab dan akan menjunjung tinggi Tribrata.

(Photo: Rully/Vibizmedia)

 

Dalam pelantikan ini Presiden juga membacakan keputusan tentang kenaikan pangkat bagi Idham Azis menjadi Jendral. Mendagri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut hadir sebagai saksi ketika Presiden menyematkan tanda pangkat bintang empat dan menyerahkan tongkat komando kepada Idham Azis.

Seetelah Jendral Idham Azis resmi menjabat sebagai Kapolri RI dengan sederet tugas yang menanti, sudah ada beberapa event yang akan dikawalnya, yaitu Pilkada Serentak dan PON Nasional di Papua tahun 2020. Selain itu ada beberapa program prioritas yang akan dikawal setelah ia dilantik. Di antaranya mengawal pembangunan SDM yang unggul, penanganan konflik sosial, radikalisme, kebakaran hutan dan lahan, serta berbagai aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.

 

Ada banyak prestasi yang dimiliki oleh Lulusan Akpol 1988 ini. Ia pernah menjadi kepala wilayah bagian reserse di Polda Metro. Dia pernah menjabat juga menjadi Kapolres Jakarta Barat pada tahun 2008 dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro pada tahun 2009. Pada tahun 2005 saat Tito memimpin Tim Satgas Investigasi kasus mutilasi di Poso maka Idham menjadi wakil ketuanya.

Dalam Densus 88 Antiteror, Idham juga memiliki kiprah yang nyata. Ia mengambil bagian dalam tim yang berhasil dalam penangkapan kelompok teroris asal Malaysia, dr Azahari, di Batu, Jawa Timur, pada 2005. Atas prestasinya itu, Idham bersama Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, dan Rycko Amelza Dahniel mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal (Purn) Sutanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.