Nadiem Makarim, Mendikbud (Foto: Rully/ Vibizmedia)

Visi Lompatan Pendidikan Indonesia Di Kabinet Indonesia Maju

Bertepatan dengan peringatan sumpah pemuda 28 Oktober 1928 ke 91 hari ini, kita melihat banyak tokoh muda yang sekarang masuk dalam kabinet Indonesia maju, mereka sedang berlari mendorong pembaharuan di Indonesia. Para pemimpin muda selalu memberikan semangat baru untuk Indonesia, sebut saja Nadiem Makarim yang masih berusia 35 tahun dipercaya oleh Presiden Jokowi menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan. Sejak Ki Hadjar Dewantara yang menjabat menteri pengajaran 19 Agustus 1945 hingga terakhir Muhadjir Effendy yang pada 20 Oktober 2019 lalu menyelesaikan pengabdiannya, tidak ada yang semuda Nadiem Makarim, dan satu lagi latar belakang Nadiem bukanlah dari kalangan pendidikan.

Namun para tokoh Sumpah Pemuda, 91 tahun yang lalu memiliki wawasan ke depan yang sangat maju, buahnya bisa kita rasakan hingga sekarang. Seluruh Indonesia yang terdiri dari 1.340 suku bangsa dengan bahasa-bahasa yang berbeda dapat dipersatukan dengan bahasa persatuan bahasa Indonesia. Ini terjadi karena pemuda bersatu memiliki semangat untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa di seluruh negeri.

Kalau saya membandingkan dengan peristiwa sumpah pemuda 1928 maka apa yang terjadi pada tokoh muda sekarang ini memiliki api yang sama dengan pemuda 91 tahun yang lalu, semangat untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju di dunia. Nadiem diharapkan membawa gagasan segar bagi pendidikan di Indonesia, khususnya membuat pendidikan memiliki wawasan masa depan seperti telah dihasilkannya melalui Gojek.

Presiden Jokowi sendiri menyatakan bahwa sekarang ini Indonesia memiliki kurang lebih 300 ribuan sekolah tersebar di 17 ribu pulau dengan 514 kabupaten kota, dengan jumlah murid kurang lebih 50 juta lebih pelajar. Untuk mengelola sekolah, pelajar, guru yang begitu besar jumlahnya, dituntut ada sebuah standar yang sama. Kondisi ini menurut presiden masih ada peluang yaitu teknologi, yang bisa membuat lompatan, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia benar-benar dapat terjadi. Inilah alasan mengapa Nadiem dipilih untuk menjadi seorang menteri.  Pengalaman Nadiem di Gojek memang merupakan lompatan yang sangat besar sehingga mengubah peta transportasi di Indonesia melalui teknologi, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Terobosan besar dan peluang besar bagi pendidikan Indonesia sekarang sedang dinantikan melalui kepemimpinan Nadiem. Visi Jokowi sudah disampaikan kepada Nadiem, dan tokoh muda ini memulai 100 hari pertamanya dengan belajar. Ia akan tetap mengedepankan asas gotong-royong sebagai kata kunci untuk membangun pendidikan Indonesia. Banyak orang kaget dengan munculnya Nadiem, namun keberanian Presiden Jokowi memilih Nadiem memang keberanian melangkah untuk melakukan lompatan besar bagi Indonesia maju. Bukti lompatan itu sudah dilakukan Nadiem di dunia transportasi, sekarang tantangan yang baru ada di dunia pendidikan akan kembali merasakan peluang teknologi.

 

About Fadjar Dewanto

Partner in Business Advisory Vibiz Consulting, Advisor LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) who is active as editor and a columnist on Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.