Revitalisasi Manufaktur Berperan Besar Bagi Pertumbuhan Ekonomi

(Beritadaerah – Jakarta) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan fokus kerja dari Kabinet Indonesia Maju dalam lima tahun ke depan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM), penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan usaha kecil, mikro, dan menengah. Visi tersebut akan terus dilanjutkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui berbagai program dan kebijakan strategis yang telah dijalankan.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin antara lain, merevitalisasi industri manufaktur agar lebih berperan besar menjadi sektor penggerak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, industri manufaktur dinilai mampu memberikan efek ganda yang luas, mulai dari peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga penerimaan devisa dari ekspor dan pajak. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seusai sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

“Oleh karena itu, tentunya kita harus mencari terobosan-terobosan dalam menjalankan langkah strategisnya. Apalagi, kita ketahui, bahwa market size Indonesia sebenarnya cukup besar dan ini menjadi potensi yang baik,” kata Menperin Agus yang dikutip laman Kemenperin (24/10).

Dalam menjawab kebutuhan dari perkembangan industri 4.0 peran SDM sangat penting dan sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, tegas Menperin Agus. Kemenperin juga melakukan pendidikan vokasi industri dan menjalin kerja sama dengan Swiss untuk pengembangan program Skill For Competitiveness (S4C). Konsep pembelajaran yang digunakan, yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik. Hasilnya, mayoritas lulusannya langsung diserap kerja.

Kemenperin mencatat, pada periode tahun 2015-2018, telah diselenggarakan pelatihan tenaga kerja industri dengan sistem 3-in-1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) yang bekerja sama dengan sejumlah sektor industri. Hasilnya, sebanyak 81.176 orang tenaga kerja industri kompeten yang telah terserap di dunia industri. Pada tahun 2019, Kemenperin menargetkan pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3-in-1 ini dapat meluluskan sebanyak 72.000 orang.

Sementara itu, sejak diluncurkan program vokasi industri yang link and match antara SMK dengan industri pada tahun 2017, Kemenperin telah melibatkan 2.612 SMK dan 1.032 industri. Kegiatan ini menghasilkan sebanyak 4.987 perjanjian kerja sama dan telah menelurkan tenaga kerja industri yang kompeten hingga 594.972 orang.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

One comment

  1. Hobi bermain game, Takut kalahh?? Tenang dupa88 mempunyai promo Welcome cashback, anda dapat meraih kemenangan anda di kesempatan kedua sesuai modal pertama anda 100%, tunggu apa lagi hanya di dupa88.net yang berani memberikan bonus promo casback, buruan bergabung sekarang juga. jangan lupa menggunakan kode referal = haqqi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.