(Beritadaerah – Tangerang) Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) yang ke-34 resmi digelar pada 16 – 20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Serpong, Tangerang, Banten. Ajang promosi tahunan berskala internasional ini telah dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. TEI 2019 mengusung tema Moving Forward to Serve the World. 

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto yang hadir di TEI 2019 sebagai salah satu pembicara dalam Trade Tourism and Investment Seminar 2019, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini bertekad lebih fokus menggenjot daya saing industri manufaktur nasional agar semakin kompetitif di kancah global. Sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan secara sinergis bersama seluruh stakeholder  tengah disiapkan.

“Salah satu yang perlu diperbaiki adalah supply chain-nya, terutama terkait dengan tumbuhnya industri-industri hulu. Contohnya, di industri makanan dan minuman, yang hulunya adalah sektor pertanian, baik itu yang berbasis kakao atau lainnya,” kata Menperin Airlangga yang dikutip laman Kemenperin, Kamis (17/10).

Airlangga menjelaskan upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah harmonisasi tarif. Misalnya untuk lebih menguatkan struktur industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Dari hulu sampai hilir, value chain Indonesia di sektor ini sudah lengkap dibanding Vietnam yang hanya kuat di hilir. Dalam pengembangan industri TPT, pemerintah juga sedang berupaya melakukan restrukturisasi mesin dan peralatan produksi. Tujuannya agar semakin produktif dan efisien.

Disamping itu kebijakan lain yang perlu dijalankan adalah merevisi regulasi yang terkait dengan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Langkah ini misalnya untuk menggenjot daya saing industri furnitur, ungkap Menperin Airlangga.

Sementara untuk sektor manufaktur, Airlangga pun optimistis, akan semakin ekspansif di tengah bergulirnya era industri 4.0. Apalagi sudah ada strategi dan arah yang jelas dalam implementasi program prioritas yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, lima sektor manufaktur yang akan menjadi andalan dalam penerapan industri 4.0 pada tahap awal, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, serta kimia.

Melalui penerapan industri 4.0, Indonesia diyakini bakal mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1-2%, dengan kontribusi manufaktur terhadap PDB sebesar 25%, net export hingga 10%, dan menyediakan 10-15 juta lapangan kerja. Dengan sasaran tersebut, aspirasi besar yang ingin dicapai adalah Indonesia bisa menjadi 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

Dalam acara seminar ini, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartaro juga menjawab pertanyaan dari para audiens dan juga menerima cinderamata dari Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita usai menjadi pembicara pada acara seminar Trade Tourism and Investment Seminar 2019.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.