(Beritadaerah – Batam) Saat ini Pemerintah telah menetapkan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yakni KEK Mandalika di Lombok, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, dan KEK Morotai di Maluku Utara. Dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (16/10), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meresmikan kick-off pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Batam. Menpar Arief Yahya menyebut usulan pembangunan KEK Batam menjadi strategi jitu dan tepat untuk memajukan pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) dan sekitarnya.

“Menjadikan Batam sebagai KEK pariwisata merupakan langkah yang cerdas untuk mempercepat pertumbuhan wisata dan ekonomi Kepri,” ujar Menpar Arief Yahya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (16/10).

Menpar Arief Yahya sangat mendukung terbentuknya KEK Pariwisata Batam. Seperti diketahui bahwa Batam merupakan Top 3 Destinasi Wisata Nasional dengan jumlah kunjungan wisman mencapai 2,6 juta pada 2018. Dengan penerapan KEK, akan ada sejumlah kebijakan positif yang bisa mendorong pertumbuhan pariwisata serta iklim investasi di Kepri, ungkap Menpar Arief Yahya.

Usulan KEK Pariwisata Batam berasal dari PT. Pulau Bintang Mas. Rencananya, kawasan yang masuk dalam KEK Pariwisata ini adalah Pulau Pengalap dengan luas mencapai 586 hektare. Di Pulau Pengalap, kini telah berdiri Resort Kepri Coral yang merupakan salah satu destinasi wisata bahari terbaru di sebelah selatan Pulau Batam. Menurut pemilik PT Pulau Bintang Emas Harmanto Tan, rencana pembangunan sesuai masterplan adalah hotel berbintang, residensial, villa, dan ruang terbuka hijau dengan jangka waktu pembangunan selama 20 tahun, dengan investasi mencapai Rp 11 triliun. Investasi itu mampu menyerap tenaga kerja sekitar 10 ribu orang.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Agustus 2019 mencapai 265.718 kunjungan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2019, kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 1.888.958 kunjungan. Angka ini menyumbang 17.4% dari total kunjungan wisman ke Indonesia dari Januari – Agustus 2019 yang mencapai 10,87 juta kunjungan. Wisman asal Singapura merupakan wisman terbanyak yang berkunjung ke Kepri, diikuti oleh wisman asal Tiongkok dan Malaysia. Pemerintah pada tahun 2019 menargetkan 20 juta kunjungan wisman.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.