Bukit Kasih Kanonang di Minahasa, Sulut (Foto: Alfred Pakasi/ BD)

Bukit Kasih Kanonang – Simbol Kedamaian dan Kerukunan Umat Beragama

(Beritadaerah – Sulut) Tempat wisata Bukit Kasih Kanonang suatu tempat yang tidak asing bagi masyarakat provinsi Sulawesi Utara. Karena terletak di Desa Kanonang Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Letak georafis Desa ini berada di lereng bukit dan berada di ketinggian 804 meter di atas permukaan laut, Luas wilayah Desa Kanonang dua adalah 0,713 Km².

Suasana Bukit Kasih Kanonang dari kejauhan (Foto: Alfred Pakasi/BD)

Bukit Kasih Kanonang merupakan tempat kawasan pariwisata yang bernilai strategis nasional. Kawasan ini memiliki proses geologi unik dengan kemunculan solfatara dan fumarola atau uap panas (fuida), yang merupakan kekayaan geologi sangat unik di Indonesia. Inilah yang menjadi daya tarik wisata bahkan menjadi suatu tempat untuk studi geosains.

Dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dari kota Manado, dengan jarak  kurang lebih 50 Km, wisatawan bisa berkunjung di Bukit Kasih Kanonang ini. Wisatawan dimanjakan dengan suasana pegunungan yang sejuk dan indah. Setiba di Bukit Kasih Kanonang, wisatawan dapat melihat tugu kasih (Tugu Toleransi) setinggi 20 meter, di atasnya ada patung merpati putih yang melingkari patung berbentuk bumi.

Tugu lambang kasih persaudaraan di Bukit Kasih Kanonang, Minahasa, Sulut (Foto: Alfred Pakasi/BD)

Sisi-sisi tugu tersebut memiliki pesan perdamaian dari setiap kutipan ayat suci yang terukir dari lima agama di Indonesia yaitu Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam, Hindu, dan Budha. Bukit Kasih merupakan simbol perdamaian dan kerukunan umat beragama. Puncak bukit dibangun rumah ibadah diantaranya Gereja, Masjid, Pura, dan Vihara.

Para pengunjung mendaki anak tangga Bukit Kasih Kanonang, Minahasa, Sulut (Foto: Alfred Pakasi/ BD)

Untuk mencapai puncak ada sekitar 2.432 anak tangga yang harus dilalui. Ribuan anak tangga ini dapat membawa wisatawan ke destinasi tempat ibadah, lokasi salib raksasa, sebuah pondok besar bagian tengah bukit yang bersentuhan dengan bukit belerang, dan pondok-pondok kecil untuk kita dapat bersantai sejenak. Wisatawan juga dapat melihat di dinding bukit terpahat Toar dan Lumimuut yang merupakan dua tokoh legenda Minahasa. Adapun aroma belerang dikarenakan adanya kawah aktif dengan mata air belerang. Namun, itu dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk merebus jagung. Bahkan ada juga air hangat yang bersumber dari kawah yang digunakan sebagai terapi untuk menghilangkan rasa lelah atau pegal diisaat berjalan.

Selamat jalan bagi para pengunjung yang usai mendaki di Bukit Kasih Kanonang, Minahasa, Sulut (Foto: Alfred Pakasi/BD)

Bukit Kasih Kanonang mencerminkan semboyan dari “Torang samua basudara” yang artinya “Kita semua bersaudara”, simbol perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Oleh karena itu, Bukit Kasih Kanonang menjadi destinasi yang cocok untuk wisata religi dan tempat berlibur bagi keluarga.

Foto:Alfred Pakasi/ BD

Adelady T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

One comment

  1. Terima kasih untuk artikel tentang destinasi wisata, Bukit Kasih Kanonang.

    Saya jadi tertarik untuk datang kesana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.