Dorong Industri Furnitur Berorientasi Ekspor, BKPM Promosi Langsung di RRT

(Beritadaerah – Jakarta) Pemerintah mendorong masuknya investor asing bergerak di industri furnitur yang berorientasi ekspor untuk masuk ke Indonesia dengan melakukan promosi ke berbagai negara, salah satunya Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Terkait hal tersebut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan pengusaha-pengusaha furnitur nasional melakukan “jemput bola” bertemu langsung dengan para pengusaha furnitur dari wilayah Guangzhou, Foshan dan Shandong.

Pertemuan dengan para pengusaha dari RRT dilakukan dengan one-on-one dan juga mengelar Forum Bisnis yang dihadiri 150 pengusaha besar furnitur dari wilayah Provinsi Shandong dan Provinsi Guangdong yaitu dari Dongguan, Foshan, Shenzen dan Guangzhou berlangsung di Foshan, RRT, Jumat (11/10). Dalam pertemuan ini ditawarkan berbagai detail regulasi, kesiapan rantai pasok industri dan bahan baku serta lokasi kepada para pengusaha dari RRT.

Turut hadir mendampingi Kepala BKPM dalam forum bisnis yakni Duta Besar RI di Beijing Djauhari Oratmangun yang juga membuka acara ini, Deputi Bidang Perencanaan BKPM Ikmal Lukman dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih dan sejumlah pejabat lainnya.

“Upaya promosi proaktif ini dilakukan dalam rangka mengambil momentum perang dagang Amerika dan RRT yang membuat dunia usaha RRT akan melakukan relokasi ke Kawasan Asia Tenggara,” demikian yang disampaikan Kepala BKPM Thomas Lembong dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (15/10).

Kepala BKPM mengatakan bahwa di tengah kondisi perang dagang yang diprediksi akan berlangsung lama adalah saat yang tepat bagi pengusaha furnitur RRT untuk berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, RRT sudah saatnya beralih dari “the world’s factories” menjadi negara basis industri-industri berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.

Saat ini Pemerintah tengah berupaya fokus mengembangkan Provinisi Jawa Tengah sebagai basis klaster industri furnitur berorientasi ekspor dalam skala besar, namun tidak tertutup kemungkinan pengembangan ini dilakukan di lokasi-lokasi potensial lainnya.

Data dari BKPM, realisasi investasi RRT ke Indonesia secara umum mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Beberapa pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti antara lain jaminan ketersediaan bahan baku kayu dan rotan, relaksasi ketentuan impor mesin (relokasi) dan bahan baku industri furnitur, Tenaga Kerja Asing (TKA), infrastruktur penunjang seperti pelabuhan laut serta jaminan keamanan dan perlindungan bagi investasi skala besar.

Menurut Deputi Bidang Perencanaan BKPM Ikmal Lukman, saat ini pemerintah terus berupaya agar investasi terus masuk, terutama untuk sektor furnitur ini. Salah satunya melalui pemberian kemudahan-kemudahan insentif fiskal dan non-fiskal bagi para investor asing.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu