Bandara Nop Deliat di Dekai, Kabupaten Yahukimo Dipersiapkan Menjadi HUB

(Beritadaerah – Jakarta) Transportasi udara di wilayah Papua memiliki peran penting dalam menghubungkan antara kota satu dengan kota lain yang tidak dapat dilalui melalui jalur darat. Dalam upaya menghubungkan daerah-daerah di tengah Pulau Papua, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan membuat bandara Nop Deliat di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua sebagai bandara penghubung atau HUB.

Hal tersebut disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi usai mengadakan Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Papua bersama 13 Bupati di Provinsi Papua, Kementerian PUPR, Kementerian ATR, Bappenas serta Stakeholder Transportasi dan Kepala UPT Perhubungan se-Provinsi Papua di ruang Sriwijaya, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (13/10). Nantinya Bandara Dekai ini akan menunjang Bandara Wamena, yang juga berada di pertengahan pulau Papua.

“Kalau sekarang ini tengah Papua itu diwakili oleh Wamena, tapi posisi Wamena di ketinggian dan sudah overloaded. Bandara Dekai panjang landasan pacunya sudah 2300 m, bisa sampai 2500 m, dan tanahnya flat, ideal sekali. Yang akan datang kita inginkan distribusi logistik itu tidak hanya dari Timika, Jayapura dan Wamena, tetapi juga dari dan ke Dekai,” sebut Budi Karya Sumadi yang dikutip laman Dephub, Senin (14/10).

Menhub mengungkapkan mengapa memilih Dekai sebagai Bandara HUB (penghubung), karena menurutnya Dekai bisa dicapai dari selatan dari dua tempat, yakni dari Asmat dan dari Mappi melalui sungai, sehingga kapasitasnya besar, dari situ pola distribusi logistik ke tengah Papua menjadi lebih bagus.

Menhub menambahkan, bahwa untuk mengembangkan Bandara Wamena investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. 1,8 triliun, yang merupakan suatu jumlah yang sangat besar sekali. Hal ini terjadi karena untuk melakukan perpanjangan landasan, ada pekerjaan mengeruk dan sebagainya. Oleh sebab itu Menhub ingin agar Dekai dapat mensubstitusi Wamena.

Dalam rapat ini dibahas juga rencana Bandara Sentani yang akan diserahterimakan operasionalnya ke PT Angkasa Pura I dan pemanfaatan Danau Sentani dijadikan sebagai akses transportasi. Menhub menyampaikan Danau Sentani akan dimanfaatkan sebagai akses transportasi menuju Jayapura dengan menggunakan bus air.

Menhub katakan saat ini kita tahu dari Jayapura menuju sentani itu jalannya cuma satu. Jadi kita akan buat bus air dari ujung ke ujung kurang lebih sampai 10 km dan di situ akan kita bangun paling tidak 2 atau 3 dermaga, dengan minimal 5 bus air dulu nanti akan kita tambah. Format ini bukan format baru. Terkait dengan pembebasan tanah dan persiapannya akan dibicarakan selanjutnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.