Industri Minuman Tumbuh Lampaui 22%, Kinerjanya Terus Dipacu lewat Inovasi (Foto Dok Kemenperin)

Kinerja Industri Minuman Terus Dipacu Lewat Inovasi, Tumbuh Lampaui 22%,

(Beritadaerah – Nasional) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim pada Peresmian Lini Produksi Surabaya Plant di Pabrik Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (3/10).

”Pemerintah bertekad menciptakan iklim investasi yang kondusif di Tanah Air. Berbagai upaya strategis telah dijalankan, antara lain memberikan kemudahan izin usaha serta memfasilitasi insentif fiskal dan nofiskal,” kata Abdul Rochim.

Industri minuman menjadi sektor yang mampu menyumbang cukup signifikan bagi penerimaan devisa. Misalnya, terlihat dari realisasi investasi sektor industri minuman sepanjang semester I tahun 2019 mencapai Rp1,43 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sedangkan, untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar USD68,72 juta.

“Dalam upaya peningkatan investasi, pemerintah telah memberikan fasilitas fiskal, di antaranya tax allowance dan tax holiday. Melalui insentif tersebut, diharapkan terjadi peningkatan investasi di sektor industri,” tuturnya.

Industri minuman di dalam negeri secara keseluruhan masih menunjukkan kinerja yang positif. Ini tercermin dari pertumbuhannya pada semester I tahun 2019 sebesar 22,74%. “Sektor industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar,” ungkapnya.

Menurut data Kemenperin, industri makanan dan minuman konsisten sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Pada paruh tahun ini, industri makanan dan minuman tumbuh mencapai 7,4% dan berkontribusi hingga 36,23% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

“Untuk realisasi investasinya pada semester I tahun 2019, nilai PMA industri makanan dan minuman sebesar USD687,91 juta, sedangkan nilai PMDN sebesar Rp20 triliun,” ujar Abdul Rochim .

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri minuman di dalam negeri agar lebih berdaya saing global, terutama dalam menghadapi era industri 4.0. Sebab, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diandalkan dalam menopang perekonomian nasional.

Pada kesempatan tersebut Kemenperin memberikan apresiasi kepada CCAI yang terus menambah investasi dan meningkatkan produksinya di dalam negeri. Komitmen ini dinilai akan memberikan efek ganda bagi perekonomian nasional, khususnya bagi Jawa Timur.

Emy T/Journalist/ VM
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.