Kepala Bappenas Paparkan Keberhasilan Kabinet Kerja Periode 2014-2019

(Beritadaerah – Jakarta) Sejumlah keberhasilan pada Kabinet Kerja Periode 2014-2019 dalam melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro usai melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10) siang.

Hadir juga dalam sidang kabinet bersama dengan Presiden Jokowi yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pusjiastuti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sanjojo, dan Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kepala Bappenas Bambang menunjuk dua yang paling penting dalam pelaksanaan RPJMN, yaitu pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Untuk pertumbuhan ekonomi, menurut Bambang,  rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun ini di seputaran 5%, lebih rendah dibandingkan RPJMN 5 tahun sebelumnya yang rata-ratanya itu mendekati 5,5%-6%. Selain itu ada unsur harga komoditas di periode RPJMN 2010-2014 yang membuat perekonomian tumbuh tinggi.

“Nah ketika Kabinet Kerja ini dimulai kita tahu bahwa booming harga komoditas itu sudah berakhir dan akibatnya kita tumbuh di seputaran 5%, yang muncul dianggap lebih rendah tetapi paling tidak ini termasuk yang relatif tinggi untuk ekonomi sebesar Indonesia. Di bawah negara seperti China dan India tapi di atas masih banyak negara lainnya,” kata Bambang yang dikutip laman Setkab, Kamis (3/10).

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, inflasi mungkin salah satu pencapaian yang cukup berhasil, karena selama 5 tahun ini boleh dikatakan selalu pada kondisi di seputaran 3% sampai 4%.

Demikian juga tingkat kemiskinan, lanjut Bambang, yang berhasil diturunkan sampai single digit mulai tahun 2018, setelah sebelumnya selalu 2 digit dan bahkan agak jauh di atas 10%. Dan data terakhir menunjukkan tahun ini kemungkinan kita bisa menurunkan kembali tingkat kemiskinan ke seputaran 9,2% pada akhir tahun.

Bambang juga menjelaskan bahwa untuk indeks pembangunan manusia (IPM) sebelum 2016 itu dibawah 70 artinya Indonesia terkategori manusia yang menengah. Tetapi mulai tahun 2016 ketika IPM kita menyentuh angka 70 maka IPM sudah masuk kategori tinggi atau high human development index. Dan perkiraan 2019 indeks pembangunan manusia bisa mencapai angka 72.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

 

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.