Pesawat Garuda Indonesia (Dok. Kemkominfo)

Garuda Indonesia Layani Penerbangan Manado – Davao

(Beritadaerah – Sulut) Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara menjelaskan beroperasinya penerbangan Manado – Davao pp, yang akan dioperasikan menggunakan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang (kelas ekonomi seluruhnya). Rute penerbangan ke Davao, kota terbesar di Pulau Mindanau (Filipina) dilakukan sebanyak dua kali per minggu, yakni pada hari Senin dan Jumat.

Penerbangan menggunakan nomor penerbangan GA 7401 yang berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi (Manado) pukul 10.30 WITA. Sedangkan untuk penerbangan Davao – Manado akan beroperasi dengan nomor penerbangan GA 7402 yang berangkat dari Bandara Internasional Francisco Bangoy (Davao – Filipina) pukul 13.15 (waktu setempat).

Ari mengungkapkan, penerbangan Manado – Davao pp merupakan bagian upaya Garuda Indonesia dalam menghadirkan konektivitas tanpa batas (seamless connectivity), kepada para pengguna jasa menuju Filipina, maupun Indonesia melalui layanan penerbangan regular flight pertama yang menghubungkan Manado dengan Davao.

Pengoperasian rute ini juga diharapkan dapat menunjang pengembangan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan maupun kegiatan pariwisata di wilayah regional antara Davao sebagai salah satu pusat bisnis di selatan Filipina dengan berbagai wilayah di provinsi Sulawesi Utara,.

“Kami berharap, penerbangan langsung ini menjadi momentum penting kedua negara, khususnya dalam memperkuat sektor perdagangan dan investasi, serta perluasan akses konektivitas udara antara Indonesia dan Filipina,” ujar Ari, Jumat (27/9).

Sejalan dengan dicanangkannya Sulawesi Utara sebagai salah satu dari 5 destinasi super prioritas oleh pemerintah, dibukanya rute ini diharapkan dapat mendukung upaya percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan infrastruktur, khususnya di sejumlah sektor wisata unggulan, sehingga mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Sulawesi Utara.

“Dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Davao yang mencapai 2,3 juta orang sepanjang 2018 dapat menjadi peluang tersendiri bagi pengembangan potensi kepariwisataan di Manado, khususnya dengan adanya akses penerbangan langsung dari Davao menuju Manado ini yang diharapkan dapat menarik wisatawan di Davao untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata unggulan di Manado,” kata Ari.

Kota Davao dikenal sebagai kota perkebunan dan penghasil buah – khususnya nenas dan tanaman Anggrek, serta keragaman wisata heritage. Kota ini juga menjadi pintu masuk ke berbagai destinasi wisata unggulan di Filipina Selatan.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.