Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Diperluas Menjadi HUB Indonesia Timur

(Beritadaerah – Makassar) Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Sulawesi Selatan dapat diperluas hingga tiga kali lipat dari sekitar 50.000 m² menjadi sekitar 150.000 m², hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi, Kamis (26/9). Perluasan bandara ini rencananya akan diselesaikan di tahun 2021 mendatang.

“Bandara Hasanuddin ini menjadi HUB (penghubung) Indonesia bagian timur, hampir semua penerbangan ke Indonesia bagian timur itu melewati Makassar. Sekarang ini luasnya hanya 50.000 M2 dan sedang dibangun tiga kali lipat seluas 150.000 M2. Dengan ini diharapkan kapasitasnya akan naik menjadi 15 juta penumpang,” kata Menhub yang dikutip laman Dephub, Jumat (27/9).

Menhub Budi jelaskan bahwa perluasan di Bandara Sultan Hasanuddin diharapkan dapat selesai pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2021. Sehingga kapasitas yang sudah besar ini dapat dimanfaatkan, dan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Selain bandara Makassar, Menhub menyampaikan akan mempercepat pembangunan Bandara Internasional Buntu Kunik yang terletak di Toraja. Pembangunan Bandara di Toraja akan selesai akhir tahun 2019 dengan panjang runway kurang lebih 1.600 meter. Sehingga pesawat ATR bisa mendarat. Jadi Sulawesi sebagai HUB dari Indonesia Timur akan kita kembangkan secara intensif, ungkap Menhub.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dikelola PT Angkasa Pura I terus dikembangkan hingga tahap ultimate, di mana pengembangan dibagi ke dalam empat tahap. Setelah pengembangan Tahap I dimulai pada awal tahun 2019, pengembangan Tahap II akan dimulai pada 2024 di mana pada tahap ini kapasitas penumpang akan bertambah menjadi 21 juta penumpang per tahun dan kapasitas parking stand menjadi 47 parking stand.

Pengembangan Tahap III akan dimulai pada 2034 dengan penambahan kapasitas terminal menjadi 30,8 juta penumpang per tahun dengan 64 parking stand. Sementara pengembangan Tahap IV akan dimulai pada 2044 dengan kapasitas ultimate terminal mencapai 40 juta penumpang per tahun dengan 78 parking stand.

Dalam kunjungan kerjanya di Sulawesi, selain melihat pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga melakukan Rapat Koordinasi Terkait Pengadaan Tanah Jalur KA Makassar – Pare Pare di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Makassar. Direncanakan pada bulan Agustus 2020 mendatang, KA logistik maupun penumpang dengan lintas Tonasa – Garongkong di Sulawesi Selatan akan dapat beroperasi. Hal ini merupakan hadiah untuk masyarakat Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.