Ilustrasi Olah Tanah (Foto Kemkominfo)

Kementan Lakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah di Sulteng

(Beritadaerah – Sulteng) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bekerjasama dengan Tim Kementerian Pertanian (Kementan) antara lain Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan dan Ditjen Sarana dan Prasarana, melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) dan percepatan tanam padi, jagung dan kedelai di Kabupaten Donggala, Poso, Parigi Moutong dan Siggi.

Gerakan ini sebagai upaya percepatan dan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT). Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk GPOT ditingkat lapangan ini menyasar lahan seluas 100 hektar di Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso 100 ha, Kabupaten Parigi Moutong 100 ha dan Kabupaten Sigi 100 ha.

Kegiatan percepatan tanam padi di lahan kering ini dilakukan agar petani makin tergerak untuk melakukan percepatan tanam, terutama pada lahan-lahan yang sudah selayaknya bisa tanam.

Para petani dihimbau untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang belum produktif. Misalnya, lahan-lahan tadah hujan, lahan pekarangan, lahan di bawah tegakan dan lahan lain yang sumber airnya terbatas, serta lahan yang ketersediaan airnya masih cukup dapat memanfaatkan lahan tersebut. Khususnya pada lahan-lahan yang sudah semestinya dilakukan penanaman terutama di bulan September agar berkontribusi pada produksi padi di tahun 2019. Luas pertanaman sampai tanggal 24 September di Sulteng berjumlah 9.300 hektar dari target 17 ribu hektar.

Saat ini pemerintah pusat menyediakan bantuan benih untuk kegiatan padi lahan kering maupun jagung untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang sumber airnya terbatas.

Perwakilan Tim Liaison Oficer Upaya Khusus (Upsus), Roland Hutadjulu, menjelaskan sinergisme dan kerjasama semua pihak merupakan salah satu kunci keberhasilan penanganan dampak bencana. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulteng pun ambil bagian melalui tata pengelolaan air di lahan kering, demonstrasi teknologi tanaman monokultur jagung dan polikultur (tumpangsari tanaman/ turiman), Introduksi varietas unggul baru (VUB) komoditas padi dan jagung toleran kekeringan yaitu Inpago 8 dan jagung varietas lamuru dan sukmaraga, serta dukungan inovasi kelembagaan petani.

Menurut Roland, sebagai alternatif solusinya diintroduksikan teknologi sumber/sumur air dangkal dan irigasi menggunakan water gun sprinkler yang dapat menghemat penggunaan air. Di mana air akan merata dan tepat jatuh dititik tumbuh tanaman dengan jangkauan sejauh 14 meter.

“Sedangkan untuk peningkatan produkivitas lahan ditempuh melalui rekayasa sistem tanam secara tumpangsari,” sebutnya.

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.