(Beritadaerah – Jakarta) Dalam Forum Bisnis Infrastruktur dan Investasi (Indonesia Business Infrastructure and Investment Forum) yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, Senin (23/9), Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan Indonesia siap untuk meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dan investasi dengan Tiongkok.

Turut hadir dalam acara forum ini yakni Duta Besar RI Beijing Djauhari Oratmangun, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward, Konsul Jenderal RI Shanghai Deny Kurnia dan Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Isu-isu Strategis Perdagangan Internasional Lili Yan Ing.

“Tiongkok merupakan mitra dagang dan investasi utama Indonesia. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia―Tiongkok,” ujar Mendag yang dikutip laman Kemendag, Senin (23/9).

Mendag mengungkapkan hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok sangat penting karena meliputi tiga aspek utama penggerak perekonomian yaitu perdagangan, investasi, dan infrastruktur. Indonesia-Tiongkok memiliki banyak produk unggulan yang dapat meningkatkan kerja sama perdagangan selain minyak sawit, yaitu sarang burung walet, produk agrikultur terutama buah-buahan tropis, dan perikanan.

Mendag juga menyampaikan dalam forum tersebut bahwa bagi Tiongkok, minyak sawit merupakan bahan input utama bagi berbagai industri olahan mulai dari industri makanan dan minuman, kosmetik, kebutuhan sehari-hari, sampai pada sektor energi.

Kemendag mencatat, total perdagangan Indonesia-Tiongkok pada tahun 2018 mencapai USD 72,6 miliar tumbuh 23 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, total perdagangan Indonesia-Tiongkok periode Januari―Juli 2019 tercatat sebesar USD 39,69 miliar. Tren ekspor Indonesia ke Tiongkok 2014―2018 meningkat sebesar 13,8 persen.

Ekspor Indonesia ke Tiongkok pada periode Januari-Juli 2019 tercatat sebesar USD 14,78 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Tiongkok pada periode yang sama tercatat sebesar USD 24,9 miliar. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia ke-1 di dunia. Sedangkan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar Tiongkok ke-15 di dunia.

Dalam forum ini, Mendag menyampaikan Indonesia saat ini sedang melakukan perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Patnership/RCEP) dengan 16 negara.  Selain RCEP, Mendag juga mengatakan bahwa Indonesia baru saja menandatangani perjanjian dengan negara Chile dan European Free Trade Association (EFTA) serta memperluas akses ke pasar-pasar non tradisional di Turki, Tunisia, dan beberapa mitra kerja sama potensial di kawasan Afrika. Oleh karena itu, menurut Mendag, Indonesia merupakan hub perdagangan internasional yang strategis di Asia Tenggara.

Dalam rangka merealisasikan bisnis dan investasi di Indonesia, Mendag mengundang para pelaku bisnis Tiongkok untuk menghadiri Trade Expo Indonesia ke-34 yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang pada 16—20 Oktober 2019.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.