Iluatrasi Produk Keset dari Sabut Kelapa (Foto: Wikipedia)

Serabut Kelapa Banyuwangi Mulai Diekspor ke Tiongkok

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian melakukan pelepasan ekspor 95 ton serabut kelapa produksi asal Banyuwangi ke Tiongkok, total nilainya mencapai Rp 200 juta.  Pelepasan dilakukan oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi di Banyuwangi, Kamis (5/9/2019).

Dulu serabut kelapa dianggap limbah atau hanya digunakan alat untuk mencuci piring selain busa. Namun sekarang, menurut Musyaffak serabut kelapa dapat dimanfaatkan untuk dibuat sebagai bahan matras atau jok mobil dan ternyata diminati oleh warga Tiongkok.

“Eksportasi serabut kelapa ini telah dilakukan sejak 2016 dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ungkapnya di acara pelepasan ekspor.

Menurut data tahun 2018 periode Januari – Agustus ekspor Cocofibre dan Cocopeat mencapai 6.772 ton,  senilai 19 miliar rupiah. Pada periode yang sama di Tahun 2019 mencapai 11.333 ton atau senilai 33 miliar rupiah.

“Ini berarti terjadi kenaikan yang signifikan dari sisi jumlah dan nilai yaitu sebesar lebih dari 50 persen,” sebut Musyaffak. “Fenomena ini telah merubah pola pikir masyarakat bahwa serabut yang dulu dianggap limbah, kini malah mampu menyumbang devisa bagi negara,” pintanya.

Karantina Pertanian selain mengekspor serabut kelapa, juga melakukan ekspor buah naga, manggis, kopi, dan tembakau ke berbagai negara. Kemudian dilakukan juga coffee morning dengan para pemangku kepentingan pemmerintah Kabupaten Banyuwangi, pihak Bea Cukai Banyuwangi, mitra kerja, dan perbankan serta pelaku usaha.

Di acara ini, Musyaffak membeberkan strategi Kementan guna mendukung dan mempercepat ekspor komoditas pertanian di sentra-sentra produksi. Yakni meningkatkan volume ekspor, menambah ekspor baru, dan membuka akses pasar negara baru. Kemudian, Kementan juga mendorong ekspor komoditas olahan dan menambah ragam komoditas.

 “Seiring dengan kebijakan tersebut, Badan Karantina Pertanian meluncurkan progam Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa (Agrogemilang) pada tahun 2019, membuka layanan inline inspection, dan meluncurkan aplikasi IMACE,” bebernya.

Aplikasi I MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Exports) merupakan aplikasi yang berisi informasi kegiatan ekspor di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina Pertanian diseluruh Indonesia. Informasi dalam I MACE tersebut berupa list komoditas ekspor, grafik tren 3 tahun terakhir, list eksportir, dan asal komoditas serta negara tujuan.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.