Presiden Jokowi Memimpin Ratas (Foto : Mark/BD)

Presiden Jokowi Ratas Bahas Antisipasi Pelambatan Ekonomi Dunia

(Beritadaerah – Jakarta) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengelar Rapat Terbatas (Ratas) tentang Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/9) sore. Dalam ratas tersebut Presiden Jokowi mengatakan, jalan yang paling cepat dalam mengantisipasi terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan resesi adalah yang berkaitan dengan Foreign Direct Investment (FDI).

Hadir dalam Ratas bersama dengan Presiden Jokowi antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Wimboh Santosa, Mendag Enggartiasto Lukita, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala BKPM Thomas Lembong

“Kuncinya hanya ada di situ, nggak ada yang lain, nggak ada yang lain. Kuncinya hanya ada di situ,” tegas Presiden Jokowi yang dikutip laman Setkab, Rabu (4/8). 

Presiden Jokowi juga meminta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisir regulasi-regulasi yang menghambat, aturan-aturan yangmenghambat, regulasi-regulasi yang memperlambat, regulasi-regulasi yang membuat kita lamban itu.

Nanti, seminggu lagi, Presiden menyampaikan, akan bicara mengenai masalah bagaimana segera menyederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dan memperlambat itu. Presiden juga menunjuk contoh, dari 33 perusahaan yang dua bulan lalu keluar dari Tiongkok, 23 memilih di Vietnam, 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand dan Kamboja. Nggak ada yang ke kita.

Dijelaskan oleh Presiden Jokowi, setelah dilihat lebih detail lagi, kalau mau pindah ke Vietnam itu hanya butuh waktu 2 bulan rampung semuanya. Kita bisa bertahun-tahun, penyebabnya hanya itu nggak ada yang lain.

Selanjutnya Presiden Jokowi juga menunjuk contoh tahun 2017, ada 73 perusahaan Jepang memilih relokasi. Pilihan relokasinya 43 ke Vietnam, 11 ke Thailand dan Filipina, baru yang berikutnya 10 ke Indonesia. Sekali lagi, menurut Presiden Jokowi, masalah itu ada di internal kita sendiri.

Presiden menegaskan, ada kunci kita keluar dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global itu, ada disitu. Dan kemungkinan kita bisa memayungi bangsa ini dari kemungkinan resesi global yang semakin besar juga ada di situ. Menurut data tahun 2019 dari Ease of Doing Business (EoDB) World Bank, peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada di urutan ke-73 dari 190 negara di dunia.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.