Ilustrasi : Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Candi Borobudur (Foto : Kemenpar)

Menpar Pastikan Pengembangan Kawasan Joglosemar Terintegrasi

(Beritadaerah – Magelang) Dalam rapat rapat koordinasi yang berlangsung di Manohara Resort Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/8), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan pengembangan kawasan pariwisata Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang) yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas terintegrasi dengan baik dalam Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

Pada kesempatan tersebut Menpar Arief Yahya juga mengintruksikan Ketua Tim ITMP agar memperkuat koordinasi dengan stakeholder di kawasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Pusat dalam pengembangan kawasan pariwisata di Joglosemar.

“Rekan-rekan dari Dinas Pariwisata, baik DIY dan Jateng harus memberi usulan ke ITMP tersebut. Sehingga seluruh kebutuhan yang ada di ITMP bisa diakomodasi. Seperti infrastruktur, utilitas dasar, ada destinasi atraksi, ada akomodasi atau semacam badan otoritas terintegrasi,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (28/8).

Menpar Arief Yahya juga mengatakan penetapan sebagai destinasi super prioritas Joglosemar yang di dalamnya ada Borobudur itu diikuti dengan pengucuran anggaran khusus bagi pengembangan wilayah tersebut.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR dan Kemenpar telah menetapkan besaran anggaran untuk pembenahan infrastruktur dan utilitas dasar Jogjlosemar Rp 2,1 triliun atau dinaikkan sebesar tujuh kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 300 miliar.

Ditambahkan oleh Menpar Arief Yahya dengan anggaran tersebut pihaknya meminta para kepala daerah di kawasan Joglosemar segera berkoordinasi, untuk memetakan dan membenahi infrastruktur dan utilitas dasar pendukung pariwisata daerahnya masing masing.

Tujuannya semua infrastruktur dan utilitas dasar, seperti jalan, bandara, dermaga air, dan listrik di Joglosemar harus tuntas selambat-lambatnya 2020.

Sebelumnya Menpar Arief menjelaskan, problem utama di Yogyakarta adalah permintaan dari penumpang yang besar mencapai 8,4 juta per tahun, sedangkan kapasitas bandara tergolong kecil hanya dapat menampung 1,8 juta penumpang.

Dengan adanya Bandara Internasional Yogjakarta di Kabupaten Kulon Progo, perkembangan pariwisata di Jawa Tengah dan Yogjakarta akan semakin baik dan wilayah layanannya lebih luas. Terlebih dibukanya penerbangan langsung dari Singapuran dan Malaysia ke Yogyakarta akan meningkatkan kunjungan wisman.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.