Ilustrasi : MRT Stasiun Lebak Bulus Jakarta (Foto: Irma/BD)

Calon Ibu Kota Negara Baru, Kemenhub Siapkan Infrastruktur Angkutan Massal

(Beritadaerah – Jakarta) Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Terkait dengan hal tersebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiapkan sejumlah infrastruktur Angkutan Massal yang terintegrasi dan ramah lingkungan di daerah tersebut.

“Di ibu kota baru nanti, kami akan siapkan konektivitas transportasi yang terintegrasi antar modanya melalui angkutan massal dan berkonsep ramah lingkungan atau minim emisi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta yang dikutip laman Dephub, Rabu (28/8).

Menhub menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur transportasi massal agar di ibu kota yang baru nanti angkutan massal menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk bertransportasi.

Ditambahkan oleh Menhub, jadi memang kita konsisten untuk transportasi (berbasis) kendaraan massal untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Kalau pun ada kendaraan pribadi, saya inginkan kendaraan bertenaga listrik yang beroperasi.

Menhub mengungkapkan, sejumlah infrastruktur transportasi yang akan dibangun dan dikembangkan misalnya : Angkutan massal seperti, Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT). Pembangunan infrastruktur transportasi menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka panjang dan dibangun secara bertahap.

Sementara terkait infrastruktur transportasi udara dan laut, Menhub menjelaskan, pengembangan bandara dan pelabuhan pun akan dilakukan untuk mendukung konektivitas transportasi dari dan ke Kalimantan.

Pada akhir tahun 2020, Pemerintah berharap bahwa pembangunan ibu kota baru sudah mulai dilakukan konstruksi. Sehingga paling lambat pada 2024 proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah dilakukan.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengemukakan bagaimana untuk pembangunan infrastruktur ibu kota baru dipakai tiga cluster. Pertama adalah men-design kawasannya sendiri. Setelah itu kedua prasarana dasarnya, prasarana dasarnya pertama jalan dan air, termasuk bendungan. Menteri PUPR menyampaikan sudah mendesign, dan sudah dapat lokasi bendungan untuk melayani ibu kota negara ini.

Yang ketiga adalah untuk pembangunan gedungnya sendiri, untuk gedung pemerintahan. Ini butuh design-design yang arsitektural, kedepannya lebih berhati-hati. Namun demikian tetap diprogramkan juga mulai pertengahan 2020 sudah bisa dengan design dan build, sehingga bisa dilakukan pekerjaannya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.